Jika Terpilih Jadi Ketum, Anindya Bakrie Bentuk Kadin Solution Center

Syahrul Ansyari, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA - Calon Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, mengaku banyak mendapat pertanyaan tentang program-program apa saja yang dimilikinya apabila terpilih menjadi ketua umum Kadin Indonesia, terutama buat para asosiasi yang ada.

Karenanya, setelah melalui serangkaian diskusi bersama para asosiasi tersebut, Anindya mengaku bahwa pihaknya akan membentuk semacam lembaga atau divisi bernama Kadin Solution Center.

"Jadi Kadin Solution Center ini adalah think-tank dan otak daripada Kadin Indonesia, untuk mengerti dan juga mengetahui permasalahan-permasalahan di lapangan," kata Anindya di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Jumat, 30 April 2021.

Anindya menjelaskan Kadin Solution Center ini nantinya akan mempunyai tugas melakukan advokasi dan mediasi persoalan-persoalan yang dilihat sehari-hari oleh para asosiasi.

Selain itu, Kadin Solution Center ini juga bisa menjadi tempat untuk menjalin kolaborasi antarasosiasi. Sebab, Anindya menilai bahwa asosiasi yang jumlahnya lebih dari 100 itu pasti mempunyai keinginan untuk saling bekerja sama.

"Maka gunanya Kadin solution center ini ialah untuk memastikan bahwa silaturahim seperti ini tidak terjadi hanya lima tahun sekali, tapi mesti terjadi tiga bulan sekali," ujarnya.

Baca juga: Layak Jadi Ketum, Kiprah Anindya Terbukti di 2 Kepungurusan Kadin

Di sisi lain, Kadin Solution Center ini juga bisa menjadi suatu lembaga yang mempunyai analisa untuk aktivitas ekonomi secara berkala. Misalnya seperti pengembangan neraca komunitas, sehingga nantinya Kadin Indonesia bisa benar-benar mempunyai data yang kuat terkait kondisi di masing-masing sektor industri yang ada.

Anindya mengaku, pihaknya sudah berupaya menjalin komunikasi dengan pihak pemerintah, di mana pemerintah sendiri mengakui bahwa mereka memang membutuhkan gambaran dan analisa dari persoalan-persoalan di lapangan, khususnya di daerah, serta data-data yang akurat guna mencari rumusan pemecahan masalah tersebut.

"Jadi memang ini adalah sesuatu yang didambakan sebagai hasil dari diskusi kita selama empat kali dalam kurun waktu dua bulan ini," ujarnya.