Jimly Asshiddiqie Dukung Pernyataan Jokowi soal Dakwah Bukan Memukul

Mohammad Arief Hidayat, Eka Permadi
·Bacaan 1 menit

VIVA – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie mendukung pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa dakwah harus merangkul, bukan memukul. Menurutnya, kalimat tersebut tepat pada kondisi saat ini.

Statement yang sangat bagus diacara MUI semalam dan tak hanya berlaku dalam urusan dakwah, tapi mesti disebar jadi sikap umum, termasuk jadi sikap semua pejabat dan pemimpin politik diera komunikasi publik yang dilanda kebencian dan permusuhan,” tulis Jimly dalam akun Twitter-nya @JimlyAS yang dikutip Kamis 26 November 2020.

“Pasti lebih baik lagi jika ini di mulai dari sampai ke bawah,” ujar anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal DKI Jakarta itu.

Saat hadir dan membuka secara virtual acara Musyawarah Nasional ke-10 Majelis Ulama Indonesia, pada Rabu malam, 25 November 2020, Jokowi menyampaikan penghargaan sebesar-besarnya kepada para ulama atas hubungan baik selama ini.

"Atas perannya menjadi jembatan komunikasi antara peran ulama dan pemerintah, antara ulama dan umaro. Atas kontribusinya mencerdaskan dan memberdayakan ekonomi umat, sehingga terbangun hubungan yang harmoni dan kondisi, bukan hanya di internal umat Islam, tapi juga kerukunan antarumat beragama di seluruh penjuru Tanah Air," kata Jokowi.

MUI, kata Jokowi, telah menjadi tenda bagi seluruh umat Islam di Indonesia. Pemerintah mendukung penuh ikhtiar organisasi ini mewujudkan Islam rahmatan lil ‘alamin di tengah kemajemukan kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Corak keislaman Indonesia, kata Presiden, identik dengan pendekatan dakwah kultural yang persuasif dan damai, bukan menebar kebencian. (ren)

Baca: Wasekjen MUI Minta FPI Tak Lakukan Kekerasan ke Nikita Mirzani