Jimly: Tidak Ada Korupsi Bangun Gedung MK

Jakarta (ANTARA) - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menegaskan tidak ada korupsi dalam pembangunan Gedung MK.

Hal ini diungkapkan Jimly terkait pernyataan terpidana korupsi Wisma Atlet dan Mantan bendahara umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin yang mengancam membongkar praktek beraroma korupsi di proyek pembangunan gedung Mahkamah Konstitusi (MK) karena tidak melewati proses lelang.

"Mungkin dia dendam dengan Sekjen MK," kata Jimly, kepada wartawan di sela wawancara terbuka seleksi calon hakim agung (CHA) di Komisi Yudisial (KY) Jakarta, Senin.

Ketua MK periode 2003-2008 ini mengungkapkan bahwa urusan gedung bukan urusan hakim tetapi urusan sekretariat.

"Tetapi saya mengontrol dari sejak Nol, pokoknya tidak boleh ada korupsi," tegas Jimly.

Guru Besar Hukum Tata Negara UI ini menyatakan bahwa gedung MK dibangun dengan semangat antikorupsi.


"Pembangunan Gedung MK melibatkan semua lembaga negara yang mengawasi keuangan, seperti BPK dan BPKP. Akhirnya gedung itu selesai bagus sekali dengan biaya yang murah," katanya.

Jimly menilai Nazaruddin hanya mencari kesalahan karena kasusnya diungkap oleh MK. "Nazar marah sama MK barangkali, gara-gara kasusnya terbuka gara-gara MK. Mungkin dia dendam," kata Jimly.

Seperti diketahui, Muhammad Nazaruddin mengancam akan membongkar sejumlah kasus korupsi yang terjadi di Indonesia, salah satunya membongkar praktek beraroma korupsi di proyek pembangunan gedung Mahkamah Konstitusi (MK).

Nazaruddin menuding proyek tersebut sarat kongkalikong karena tidak melewati proses lelang dan melibatkan sebuah perusahaan, Ketua MK Jimly Asshiddiqie, Sekretaris Jenderal MK, dan anggota DPR RI.

Nazar mengancam akan melaporkan proyek gedung MK yang dibangun pada 2007-2008 ini ke KPK. (tp)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.