Jimmi Muliku Spesialis Rampok Wanita Panggilan

Jakarta (ANTARA) - Aparat Polda Metro Jaya meringkus Jimmi Muliku alias Jon Weku alias Aldi alias Vernando alias Nando yang merampok mahasiswa asal Bandung berinisial FB di Hotel Haris, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dia juga terlibat perampokan spesialis terhadap wanita panggilan.

"Modus tersangka memesan wanita panggilan untuk kencan, kemudian dirampok," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan penyelidikan, petugas menduga tersangka merampok terhadap 18 orang diduga wanita panggilan pada sembilan lokasi hotel di berbagai wilayah.

Beberapa lokasi kejadian yang dijadikan tempat perampokan pelaku, yakni Hotel Haris, Hotel Ciputra Grogol, Hotel Trniti Harmoni, Hotel Le Grandeur Mangga Dua, Hotel Novotel Gajah Mada, Grand Aquila Bandung, Pangrango Bogor, Ibis Yogya dan Grand Mercury Gajah Mada.

Rikwanto menyebutkan tersangka Jimmi Muliku mengumpulkan hasil kejahatan sebanyak 27 unit telepon selular, 700 Dolar Hongkong, 10.700 Dolar Singapura, 700 Dolar AS, Rp112 juta, enam unit jam tangan, lima untai kalung emas dan lima buah cincin perhiasan.

Rikwaanto menjelaskan pelaku mengincar korban melalui jasa mucikari atau kenalan langsung, kemudian mengajak berkencan dan merampok harta korban.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Slamet Riyanto menambahkan tersangka meyakinkan calon korban untuk berkencan dengan cara memesan kamar hotel yang tarifnya mahal.

"Tersangka menawarkan Rp15 juta untuk berkencan dengan korban," ujar Slamet.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Herry Heriawan menjelaskan tersangka tercatat sebagai residivis kasus yang sama di Polres Metro Jakarta Barat.

Jimmi Muliku divonis hukuman penjara dua tahun menjalani tahanan di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat, kemudian bebas bersyarat sejak Januari hingga Oktober 2013.

Herry menyebutkan Jimmi mengumpulkan "harta" hasil kejahatan pada rekening kekasihnya berinisial DS, kemudian ditransfer ke rekening tersangka.(fr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.