JK Pastikan Tidak Ada Penyimpangan Distribusi Darah PMI Banda Aceh ke Tangerang

Merdeka.com - Merdeka.com - Kisruh pengiriman darah oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Banda Aceh ke PMI Tangerang yang diduga diperjualbelikan, kini mulai ada titik terang. Hasil audit pengurus PMI Pusat menyatakan tidak ditemukan penyimpangan jual beli darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Banda Aceh ke Tangerang.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla, dalam suratnya bertanggal 27 Mei 2022 yang dikirim menanggapi surat Gubernur Aceh, Nova Iriansyah Nomor: 468/6976 tanggal 12 Mei 2022 tentang permohonan untuk dilakukan audit data PMI Banda Aceh.

"Kami telah menugaskan staf untuk melakukan audit terhadap pelayanan di UDD PMI Kota Banda Aceh dan UDD PMI Kabupaten Tangerang, yang dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan penyimpangan alih distribusi darah antara UDD PMI Kota Banda Aceh dan UDD PMI Kabupaten Tangerang sebagaimana pemberitaan media," tulis Jusuf Kalla.

Kepada Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Jusuf Kalla menjelaskan, ada masa kelayakan darah untuk dapat digunakan oleh pasien, di mana setelah masa itu lewat atau kedaluwarsa maka darah tidak dapat digunakan lagi.

Oleh karena itu, tuturnya, PMI menerapkan kebijakan apabila ada kelebihan stok darah di suatu UDD PMI, maka dapat dikirim ke UDD PMI lain yang membutuhkan.

Pria yang akrab disapa JK itu meminta Nova Iriansyah untuk kembali mengerahkan ASN Pemerintah Aceh mendonorkan darahnya ke PMI.

Sementara itu, pengurus Bidang Diklat dan Infokom PMI Banda Aceh, Khairul Halim, mengatakan audit PMI Pusat ini sangat berarti, sebab mematahkan tudingan sebagian pengurus yang menyatakan pengiriman darah PMI Banda Aceh ke Tangerang tak sesuai prosedur.

"Audit PMI Pusat menunjukkan PMI Banda Aceh tidak melakukan kesalahan alih distribusi darah," ujarnya.

Namun, kata Khairul, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian terkait isu jual beli darah ke UDD PMI Tangerang. "Semoga penyelidikan segera selesai, supaya integritas serta nama PMI Banda Aceh kembali pulih di mata masyarakat," ujarnya.

"Kami juga meminta pihak yang tidak paham tentang distribusi darah berhenti menyebarkan informasi yang tidak benar terhadap PMI Banda Aceh," tegas Khairul Halim. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel