JK Sebut Butuh 1 hingga 2 Tahun Memvaksin Covid-19 Seluruh Masyarakat Indonesia

·Bacaan 1 menit
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menyatakan turut prihatin atas bencana gempa Turki berkekuatan Magnitudo 7,0 sekaligus PMI siap bantu bila dibutuhkan usai pengarahan di Markas PMI Bali Jalan Imam Bonjol, Denpasar, Sabtu (31/10/2020). (Tim Komunikasi Jusuf Kalla/JK)
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menyatakan turut prihatin atas bencana gempa Turki berkekuatan Magnitudo 7,0 sekaligus PMI siap bantu bila dibutuhkan usai pengarahan di Markas PMI Bali Jalan Imam Bonjol, Denpasar, Sabtu (31/10/2020). (Tim Komunikasi Jusuf Kalla/JK)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla atau JK memprediksi, pandemi Covid-19 di Indonesia akan berakhir dua tahun lagi. Hal tersebut disampaikannya saat memberi arahan kepada pengurus dan relawan Covid-19 Bali, di Markas PMI Bali.

"Saya perkirakan di Indonesia baru bisa selesai (Covid-19) pada tahun 2022," kata JK dalam keterangannya, Minggu (1/11/2020).

Menurut dia, hal ini didasari oleh proses vaksinasi Covid-19 yang membutuhkan waktu dan rangkaian uji klinis. "Karena yang bisa menyelesaikan ini vaksin, dan tes klinis vaksin baru bisa keluar antara Januari-Februari 2021," jelas JK.

Dia melanjutkan, jika vaksinasi di Indonesia dilakukan terhadap 1 juta orang per hari, maka butuh satu tahun agar seluruh masyarakat Indonesia tervaksin. Namun dia menyebut bahwa pekerjaan tersebut tidaklah sederhana.

"Kalau kita melakukan vaksinasi secara besar-besaran, 1 juta orang divaksin per hari, maka itu akan membutuhkan waktu 1 tahun. Tapi itu bukan pekerjaan mudah, untuk melakukan tes Covid-19 saja kemampuan Indonesia saat ini maksimum 30 ribu spesimen per hari, makanya prediksi 2 tahun," jelas JK.

Selesai Uji Klinis

JK menuturkan, produksi vaksin Covid-19 yang sudah melewati uji klinis akan dimulai Maret tahun depan. Distribusinya pun dilakukan bertahap di tiap negara, termasuk Indonesia.

"Masing-masing negara produsen vaksin itu, seperti China, Inggris, dan Amerika, akan mengutamakan negaranya, setelah itu baru kita. Kira-kira nanti vaksinasi bertahap dalam negeri mulai antara Mei dan Juni," tutur JK.

Saksikan video pilihan di bawah ini: