JK Tanggapi New Normal: Orang Tak Sanggup Lagi Hidup dengan PSBB

Donny Adhiyasa

VIVA – Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla menuturkan pandangannya terkait diterapkannya tatanan hidup baru oleh pemerintah pusat. Meski angka positif penularan virus corona masih cukup tinggi, kebijakan tersebut tetap bakal bergulir dalam aktivitas masyarakat ke depannya.

Lalu bagaimana upaya Indonesia untuk bisa mampu menerapkan “New Normal” dengan baik? JK menjelaskannya dalam program Indonesia Lawyers Club (ILC) tvOne, Selasa 9 Juni 2020

JK yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) memastikan bahwa penerapan normal baru merupakan hal yang tak terhindarkan dan tak membebankan masyarakat.

Baca juga: PLN Pastikan Tarif Listrik Tidak Naik Hingga September 2020

Selain itu, JK juga memahami bahwa pemberlakuan “lockdown” atau PSBB tak bisa untuk terus bergulir dan dilanjutkan kembali tanpa kejelasan.

Hal ini mengingat bakal jebolnya keuangan negara serta sektor ekonomi pelaku industri dan masyarakat yang sudah tak bisa lagi bertahan dengan situasi karantina berkelanjutan itu.

“Dunia sudah 5 bulan lebih mengalami masalah ini wabah ketakutan dan ketegangan. Kemudian masalah ekonomi di Indonesia, kita baru mengambil perhatian yang serius sejak Maret hampir 3 bulan lebih, 3 bulan itulah jadi itulah masalahnya kita semua,” ungkap JK dalam pemaparannya.

Baca juga: Imbas Kelamaan Karantina, Bocah Ini Susah Payah Pakai Seragam Sekolah

“Memang orang tidak sanggup lagi hidup dengan PSBB yang ketat, walaupun sebenarnya yang kita katakan PSBB itu juga tak terjadi kenyataannya. Jakarta macet malam minggu lalu, dan di kota-kota lain tetap seperti biasa,” tambahnya.

“Di dunia itu tidak bisa lebih 2 bulan untuk dikarantina. Di Amerika lockdown beberapa tempat tidak bisa dipertahankan juga di Eropa begitu. Artinya, mau tidak mau memang harus ada perubahan kondisi,” ujar JK.

“Kalau yang saya pahami yang dimaksud dengan normal baru itu ialah keadaannya berubah tapi kita tidak berubah cara kita menghadapinya,” jelas JK.