JMI: Perlu kesadaran spritual dalam pengelolaan dana kemanusiaan

Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi menilai diperlukan kesadaran spiritual dalam diri para pengelola dana kemanusiaan di lembaga-lembaga filantropi guna menghindari penyelewengan dana.

"Ini harus disadari oleh pengelola donasi. Bagaimana pun, ini perlu nurani, perlu kesadaran-kesadaran spiritual bahwa jangan sampai uang sepeser pun dari masyarakat yang ingin disalurkan demi kemanusiaan dan ketuhanan bisa membakar dirinya di neraka," kata Islah saat menjadi narasumber dalam Podcast Kafe Toleransi BNPT, sebagaimana dipantau melalui kanal YouTube BNPT TV, di Jakarta, Sabtu.

Terlebih, tambah dia, jika dana tersebut justru disalurkan kepada kelompok-kelompok teroris, hal tersebut hanya akan menimbulkan beragam kerugian, seperti penebaran ketakutan kepada masyarakat.

Baca juga: Pakar: Revisi UU Pengumpulan Uang atau Barang cegah penyelewengan

Hal yang disampaikan Islah tersebut tidak terlepas adanya dugaan penyelewengan dana kemanusiaan atau dana umat yang dilakukan lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Dia menilai bahwa selama ini ACT merasa aman dari sorotan dugaan adanya penyelewengan dana karena lembaga auditor independen yang mengauditnya memberikan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) selama 14 tahun.

"ACT itu merasa aman-aman saja karena lembaga auditor independen yang mengaudit lembaga itu WTP selama 14 tahun. Tapi kan, kalau masalah audit duniawi ini gampang diakali dengan double book (pembukuan ganda) misalnya atau dengan manajemen yang rapi, bisa saja WTP. Tapi kan, ada audit dari malaikat yang tidak dipublikasikan," jelas Islah.

Baca juga: Filantropi Indonesia ingatkan pentingnya jaga kepercayaan masyarakat

Dengan demikian, menurutnya, setiap pengelola dana kemanusiaan perlu memiliki kesadaran spiritual sehingga dia memahami bahwa segala perbuatan yang dilakukan terhadap dana tersebut akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan.

Di samping itu, Islah menilai bahwa peran masyarakat diperlukan untuk menghindari terjadinya penyelewengan dana dari lembaga-lembaga filantropi yang tidak bertanggung jawab.

Menurut dia, masyarakat lebih baik berdonasi kepada lembaga-lembaga resmi yang telah ditunjuk pemerintah.

Baca juga: Sosiolog: Lembaga filantropi bisa berinovasi tingkatkan transparansi

"Menurut saya, sudahlah, contohnya kalau ingin membayar zakat, bayarlah zakat itu langsung pada amil zakat atau Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) yang memang ditunjuk resmi oleh pemerintah dan negara," kata Islah.

Di samping itu, dia mengimbau masyarakat yang hendak bersedekah agar mengutamakan pemberian sedekah kepada pihak-pihak di sekitarnya yang memang membutuhkan.

"Yang kedua, kalau ingin bersedekah, mulailah dari saudara sekitar dan teman sekitar yang masih serba kekurangan. Itu anjuran Nabi Muhammad SAW.," ucap Islah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel