JNE Pastikan Tidak Berafiliasi dengan Kelompok Teroris

Dusep Malik
·Bacaan 2 menit

VIVA – Jajaran Direksi PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) memberikan klarifikasi terkait ramainya media sosial atas tuduhan bahwa PT Tiki JNE berafiliasi dengan aksi teror. Hal ini dinilai sangat merugikan PT JNE.

Direktur Utama PT Tiki JNE, Muhammad Feriadi, mengatakan ada beberapa hal yang harus diluruskan terkait ramainya pemberitaan di media sosial.

Yang pertama menurutnya adalah dapat dipastikan bahwa Hanny Kristianto yang fotonya bersama Rizieq Shihab dipastikan bukan merupakan jajaran Direksi PT Tiki JNE. Feri mengakui, jika pihaknya kerap bekerja sama dengan Hanny Kristianto dalam hal pengiriman bantuan ataupun obat herbal.

Hal kedua yakni terkait ucapan selamat ulang tahun kepada Tiki JNE yang disampaikan oleh Haikal Hasan. Hal ini menurut Feri merupakan upaya pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menjatuhkan kredibilitas perusahaannya.

Pasalnya, tidak hanya Haikal Hasan yang menyampaikan ucapan selamat ulang tahun, ada juga Komisaris Utama PT Pertamina yakni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Artinya pihak yang meng-upload video ucapan Haikal Hasan berupaya mendiskreditkan, sebab ada tokoh lain yang mengucapkan selamat ulang tahun namun tidak di upload juga," ujar Feriadi di Jetski Cafe, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu, 16 Desember 2020.

Sementara itu, kuasa hukum PT Tiki JNE, Hotman Paris Hutapea, memastikan jika kliennya tidak berafiliasi dengan kelompok teroris ataupun aksi teror. Hotman menantang, jika ada pihak yang memiliki bukti bahwa JNE berafiliasi dengan teroris bisa disampaikan langsung kepadanya.

Hotman mengatakan tidak mungkin JNE mendukung teroris, karena direktur keuangan JNE merupakan seorang kristiani yang taat beribadah di Gading Serpong. "Mana mungkin Bapak Chandra Fireta mendukung gerakan ataupun kelompok teroris," ujarnya.

Kemudian Hotman mengatakan, dirinya mengadakan konferensi pers untuk membuat somasi terbuka terhadap pihak-pihak yang hendak mendiskreditkan JNE.

"Kami harap pihak yang hendak mendiskreditkan JNE agar segera menghentikan kasusnya, jika tidak, kami akan mengadukan ke polisi," ucap pengacara nyentrik ini.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Tiki JNE, Chandra Fireta, mengatakan JNE merupakan sebuah perusahaan yang hanya ingin berkontribusi untuk kemajuan Indonesia. Tidak terafiliasi dengan partai ataupun kegiatan politik.

"Kami hanya ingin mengembangkan usaha sekaligus membantu bangkitnya perekonomian Indonesia," tutur Chandra.

Lebih lanjut Chandra menduga hal-hal yang ramai di media sosial bertujuan untuk menghalangi bisnis JNE yang sudah 30 tahun berkiprah di Indonesia. Dengan demikian, Chandra memastikan tidak akan membawa ke jalur hukum jika para pelaku berhenti melakukan aksinya.

"Kita menduga ada motif persaingan dalan kejadian ini. Untuk itu kita belum terpikir untuk memperpanjang kasus ini ke ranah hukum. Namun, jika hal ini tidak dihentikan, Hotman Paris Hutapea sudah bersama kami," ucap Chandra. (ase)

Laporan kontributor VIVA: Ridwansyah Rakhman/Jakarta Utara