JNF Seru tapi Melelahkan

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah warga yang merayakan ulang tahun Jakarta ke-486 di sekitar Monumen Nasional atau Monas menyebut Jakarta Night Festival (JNF) atau malam muda-mudi seru tetapi melelahkan.

"Capek jalannya, tapi seru sih bisa ketemu banyak orang gini," kata Rian, warga Setia Budi yang ditemui di keramaian JNF di Jakarta, Sabtu (22/6) malam.

Rian yang bekerja di sebuah restoran di Grand Indonesia mengaku sudah sejak sore berada di JNF dengan berjalan menyusuri Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin, dari Dukuh Atas hingga Monas.

Setelah sempat menonton konser musik di Monas, ia bersama temannya kembali berjalan pulang menyusuri Jalan MH Thamrin menuju Setia Budi sambil menikmati JNF.

Meski seru, Rian menyayangkan Jakarta Nite Festival yang kurang diisi oleh pertunjukan atau atraksi untuk lebih banyak menghibur warga. "Memang ada panggung, tapi kurang lah. Ini kan isinya cuma pedagang makanan kaki lima".

Sementara itu, Indri warga Pasar Minggu mengaku lelah menyusuri Jalan Jend Sudirman hingga Jalan MH Thamrin, dari depan Polda Metro Jaya hingga Monas tempat digelarnya JNF.

"Capek, makanya kita berenti di sini sebentar. Tadi jalan dari jam setengah lima sore dari Polda Metro Jaya," ujar.

Berbeda dengan Rian, Indri yang datang bersama saudara-saudara perempuannya mengaku belum ada yang menarik dari JNF karena mayoritas hanya berisi pedagang kaki lima saja.

Jakarta Nite Festival dilaksanakan sejak pukul 17.50 WIB hingga pukul 23.00 WIB dengan ditutupnya Jalan Jendral Sudirman hingga Jalan MH Thamrin. Sejumlah panggung hiburan didirikan untuk menghibur warga Jakarta.


Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memotong tumpeng setinggi tiga meter sebagai simbol ulang tahun Jakarta, dan menyambangi Monas, dan dilanjutkan berjalan kaki ke Bundaran Hotel Indonesia untuk meramaikan JNF.(fr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.