Pekan Depan, Mir Bisa Juara Dunia MotoGP 2020

Tri Cahyo Nugroho
·Bacaan 2 menit

Keberhasilan Joan Mir memenangi GP Eropa di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, Minggu (8/11/2020), membuatnya kian kokoh di puncak klasemen Kejuaraan Dunia MotoGP 2020.

Dengan sisa dua lomba dan maksimal 50 poin yang masih bisa direbut, pembalap Tim Suzuki Ecstar itu bakal memastikan gelar pada lomba berikutnya, GP Valencia, yang masih akan berlangsung di Ricardo Tormo Minggu (15/11/2020) pekan depan.

Tambahan 25 poin dari GP Eropa membuat Mir kini memimpin dengan 162 poin. Dengan maksimal 50 poin yang tersisa, memang masih ada enam pembalap yang berpeluang menggeser Mir pada lomba terakhir di GP Portugal nanti.

Namun, dari jumlah itu, hanya dua yang paling berpeluang besar menggeser Mir. Adalah Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) dan rekan setim Mir sendiri Alex Rins, yang kini berada di peringkat kedua dan ketiga klasemen dengan sama-sama terpaut 37 poin.

Baca Juga:

Hasil MotoGP Eropa: Joan Mir Akhirnya Menang! Inilah Alasan Yamaha soal Pelanggaran Regulasi Mesin

Quartararo, yang hanya finis di posisi ke-14 di GP Eropa, berhak berada di posisi kedua karena memiliki kemenangan lebih banyak (dua, Spanyol dan Andalusia) ketimbang Rins (satu, Aragon).

Mir akan memastikan gelar juara dunia MotoGP 2020 di GP Valencia jika mampu finis podium: menang (187 poin), finis kedua (182), atau ketiga (178), apa pun hasil Quartararo dan Rins.

Finis keempat (175) atau kelima (173) juga masih bisa membuat Mir memastikan gelar di Valencia asal tidak satu pun dari Quartararo atau Rins menang (poin bakal 150).

Selain selisih poin yang masih mungkin dikejar di Portugal, jika tercepat di Valencia nanti jumlah kemenangan Quartararo (akan menjadi tiga) atau Rins (dua) jelas bakal lebih banyak ketimbang Rins.

Dua pembalap Yamaha, Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha MotoGP) dan Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) hampir pasti sulit bersaing. Vinales kini tertinggal 41 poin di peringkat keempat klasemen sedangan Morbidelli 45 angka di posisi kelima.

Pembalap utama Tim Ducati, Andrea Dovizioso, secara matematis juga masih mampu berpeluang juara (gap 45 poin). Namun, kans keempat pembalap tersebut sepertinya sangat berat.

Suzuki belum pernah merebut gelar juara pembalap di era MotoGP, mesin 4-tak 1.000 cc yang dimulai sejak 2002. Kali terakhir pabrikan asal Hamamatsu, Jepang, itu menjadi yang terbaik di kelas utama kejuaraan dunia adalah di era mesin 500 cc 2-tak lewat Kenny Roberts Jr.

Jika mampu merebut gelar juara dunia MotoGP 2020, Mir akan menjadi pembalap ketujuh Suzuki yang mengangkat titel kelas utama setelah Barry Sheene (1976, 1977), Marco Lucchinelli (1981), Franco Uncini (1982), Kevin Schwantz (1993), dan Kenny Roberts Jr (2000).

Selain pembalap, secara matematis Suzuki juga berpeluang memastikan gelar tim dan konstruktor di GP Valencia pekan depan.

Suzuki kini memimpin klasemen tim dengan 287 poin diikuti Petronas Yamaha SRT (194) dan Ducati (194). Di klasemen pabrikan, Suzuki dengan 188 poin hanya unggul tipis dari Ducati (181) dan Yamaha (163).