Joe Biden: AS Akan Bantu Warga Palestina Usai Gencatan Senjata Israel

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, D.C - Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan, dia meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa warga Palestina di Yerusalem harus dihormati dan bantuan kemanusiaan harus disampaikan ke Gaza sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata dengan Hamas.

"Sangat penting bahwa palestina di Tepi Barat aman," kata Biden menjelaskan pembicaraannya dengan Netanyahu pada 20 Mei 2021 dalam sebuah konferensi pers seperti dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (22/5/2021).

Biden mengatakan AS "bersikeras bahwa warga Israel, apakah mereka orang Arab atau Yahudi, diperlakukan sama".

Ia juga merujuk pada "pertempuran antar-komunal" di Yerusalem "yang harus berakhir," kata Biden kepada Netanyahu.

Biden mengatakan kepada Netanyahu bahwa Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas harus "diakui sebagai pemimpin rakyat Palestina."

Ucapan presiden AS itu datang saat konferensi berita bersama di Gedung Putih dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

Komentar Biden adalah yang paling spesifik tentang pesan yang dia berikan kepada Netanyahu selama konflik terbaru.

Biden memuji perdana menteri Israel karena menepati janjinya untuk menghormati gencatan senjata yang dinegosiasikan oleh Mesir dengan Hamas. Dan presiden AS menekankan, "tidak ada pergeseran komitmen saya, komitmen terhadap keamanan Israel. Tidak ada pergeseran, tidak sama sekali".

Biden mengatakan pemerintahannya akan "mengumpulkan paket besar dengan negara-negara lain yang berbagi pandangan kami untuk membangun kembali rumah-rumah" yang hancur di Gaza tanpa "memberikan Hamas kesempatan untuk membangun kembali sistem senjata mereka".

Israel dan Hamas Saling Klaim Kemenangan Menyusul Gencatan Senjata

Seorang wanita Muslim memberi hormat dengan bendera Palestina saat konvoi protes menentang serangan Israel di Gaza di luar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (21/5/2021).  (AP Photo / Vincent Thian)
Seorang wanita Muslim memberi hormat dengan bendera Palestina saat konvoi protes menentang serangan Israel di Gaza di luar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (21/5/2021). (AP Photo / Vincent Thian)

Gencatan senjata antara Israel dan kelompok militan Palestina, Hamas telah diberlakukan.

Gencatan senjata dimulai pada Jumat (21/5/2021) pagi, mengakhiri pemboman selama 11 hari di mana lebih dari 240 orang tewas, kebanyakan dari mereka di Gaza.

Mengutip BBC, Jumat (21/5), warga Palestina membanjiri jalan-jalan Gaza segera setelah gencatan senjata dimulai.

Baik Israel dan Hamas telah mengklaim kemenangan dalam konflik tersebut.

Presiden AS Joe Biden mengatakan gencatan senjata membawa "peluang nyata" untuk kemajuan.

Pada hari Kamis, lebih dari 100 serangan udara Israel menargetkan infrastruktur Hamas di utara Gaza. Militan meluncurkan lebih dari 300 roket ke Israel pada siang hari, kata militer Israel.

Pertempuran telah dimulai di Gaza pada 10 Mei setelah meningkatnya ketegangan Israel-Palestina di Yerusalem Timur yang diduduki yang memuncak dalam bentrokan di situs suci yang dihormati oleh Muslim dan Yahudi.

Hamas mulai menembakkan roket setelah memperingatkan Israel untuk menarik diri dari situs tersebut, memicu serangan udara balasan.

Setidaknya 232 orang, termasuk lebih dari 100 wanita dan anak-anak, telah tewas di Gaza, menurut kementerian kesehatannya.

Israel mengatakan setidaknya 150 militan termasuk di antara mereka yang tewas di Gaza.

Hamas tidak memberikan angka korban jiwa bagi para pejuang.

Di Israel, 12 orang, termasuk dua anak, telah tewas, kata layanan medisnya. Israel mengatakan sekitar 4.000 roket telah ditembakkan ke wilayahnya oleh militan di Gaza.

Simak video pilihan berikut:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel