Joe Biden dan Istri Akan Divaksin COVID-19 Senin

Hardani Triyoga
·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan disuntik dosis vaksin Corona COVID-19 pada Senin, 21 Desember 2020. Istri Biden, Jill Tracy juga dijadwalkan disuntik vaksin bareng dengan suaminya.

Dikutip dari Aljazeera, Sabtu, 19 Desember 2020, Sekretaris Pers Gedung Putih era Biden nanti, Jen Psaki menyampaikan informasi demikian. Untuk Wakil Presiden terpilih Kamala Harris dan suaminya, Doug Emhoff, dijadwalkan disuntik pada pekan depan. Namun, tak disebutkan hari penyuntikan vaksin.

Sebelumnya, Wakil Presiden Mike Pence juga sudah divaksin pada Jumat, 19 Desember 2020. Begitupun dengan pemimpin Mayoritas Senat Republik, Mitch McConnell. Lalu, Ketua DPR Nancy Pelosi juga sudah divaksin.

Meski Mike Pence bersedia divaksin, tak demikian dengan Presiden AS saat ini Donald Trump. Sampai saat ini, Trump belum mengumumkan kesediaannya untuk divaksin.

Figur Trump beberapa kali memang sering menyepelekan keparahan virus. Ia juga kerap berbeda sikap dengan pejabat kesehatan di AS.

Terkait itu, Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Brian Morgenstern mengatakan bahwa Trump saat ini masih mendiskusikan bersama tim medisnya menyangkut waktu kapan tubuhnya divaksin.

Ia menegaskan intinya Trump sangat bersedia divaksin. Apalagi, politikus 74 tahun itu sempat terpapar virus berbahaya tersebut pada Oktober 2020.

Sebelumnya, Biden mengatakan kesediannya mau divaksin COVID-19 di depan umum untuk meyakinkan rakyatnya bahwa aman dalam penyuntikan vaksin. Dengan demikian, rakyat AS menilai pemerintahan Biden nanti berupaya transparan.

Politikus senior Demokrat itu juga bersedia divaksin juga berdasarkan diskusinya dengan ahli penyakit menular seperti Anthony Fauci.

"Saya ingin memastikan kami melakukannya berdasarkan angka dan ketika saya melakukannya, anda akan mendapat pemberitahuan dan kami akan melakukannya secara terbuka," kata Biden seperti dikutip dari The Guardian.

Mengutip data worldometers.info, Sabtu pagi, 19 Desember 2020, AS adalah negara dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi di dunia. Dari data itu diketahui, jumlah kasus di Negara Paman Sam tercatat sementara 17,8 juta.

Pun, angka kematian akibat COVID-19 menembus 320.845. Untuk kasus sembuh di AS tercatat sudah 10,3 juta pasien.

Baca Juga: Balik ke Gedung Putih, Donald Trump Diteriaki Pecundang