Joe Biden Desak Kongres AS Larang Senapan Gaya Serbu

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden mengatakan AS harus melarang senapan gaya serbu untuk mengatasi serangan penembakan massal yang marak.

Dalam pidatonya dari Gedung Putih, Biden mengatakan begitu banyak tempat di Amerika menjadi "lahan pembunuhan" setiap hari. Dia mengatakan, jika Kongres tidak melarang jenis senjata tersebut, maka syarat usia warga untuk pembelian senjata harus ditambah dari 18 tahun menjadi 21 tahun.

"Ini bukan soal mengambil senjata siapapun," ujarnya, dikutip dari BBC, Jumat (3/6).

"Ini bukan soal merebut hak siapapun. Ini soal melindungi anak-anak," lanjutnya.

"Demi Tuhan mengapa warga negara biasa bisa membeli senjata serbu yang berisi 30 peluru tajam, yang membuat penembak massal menembakkan ratusan peluru dalam hitungan menit?" lanjut presiden dari Demokrat ini.

Biden juga meminta memperluas pemeriksaan latar belakang federal dan undang-undang pembatasan nasional, yang memungkinkan penegak hukum untuk mengambil senjata dari siapa pun yang dianggap berbahaya.

Biden juga memuji larangan senjata gaya serbu pada 1994 yang saat itu dia ikut sahkan saat menjadi anggota Kongres. Larangan itu berakhir setelah 10 tahun dan perdebatan sengit apakah larangan itu efektif dalam mengurangi kekerasan senjata mengemuka.

Pidato Biden disampaikan setelah penembakan massal terjadi di Buffalo, New York; Uvalde, Texas, dan Tulsa, Oklahoma.

Demorkati memimpin usulan UU Perlindungan Anak yang menggabungkan delapan RUU pengendalian senjata berbeda. RUU tersebut kemungkinkan disahkan DPR AS pekan depan. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel