Joe Biden Disebut Menangi Wisconsin, Tim Kampanye Trump Meradang

Ezra Sihite
·Bacaan 2 menit

VIVAJoe Biden disebut memenangkan negara bagian Wisconsin. Demikian trajektori dari CNN International dari hasil penghitungan suara yang sudah masuk. Diketahui ada 10 electoral college di negara bagian tersebut.

Hal ini termasuk mengejutkan karena negara bagian Wisconsin dimenangkan oleh Donald Trump pada Pilpres 2016 silam saat berlaga dengan Hillary Clinton. Presiden AS diketahui harus mendapatkan 270 electoral college untuk bisa menang Pemilu.

Wisconsin diprediksi menjadi salah satu negara bagian kunci pada Pemilu AS. Sementara untuk 9 negara bagian kunci lainnya, CNN belum fiks menyebutkan akan siapa yang keluar menjadi pemenangnya.

Negara bagian Pennsylvania yang sementara Trump memimpin juga belum memastikan akan menyelesaikan penghitungan dalam satu hari ini.

Sementara tim kampanye Donald Trump mengatakan bakal meminta penghitungan ulang di Wisconsin. Namun menurut aturan di negara bagian itu, petisi meminta hitung ulang tidak bisa dilakukan hingga Komisi Pemilihan Wisconsin menyelesaikan penghitungan di papan pemilihan hingga tuntas.

"Ada sejumlah laporan yang menunjukkan hal tak wajar yang menyebabkan timbulnya keraguan atas hasil penghitungan. Oleh karena itu Presiden sangat bisa memohon untuk dilakukan penghitungan ulang dengan segara," kata Manajer kampanye Trump, Bill Stepien.

Sejauh ini Joe Biden telah mendapatkan 238 suara elektoral. Sementara Donald Trump mendapatkan 213 suara elektoral.

Namun hasil sementara ini masih belum bisa menentukan apakah Trump yang akan memenangkan masa jabatan kedua, atau apakah Biden yang akan dilantik menjadi presiden ke-46 Amerika Serikat.

Hasil pemilu AS 2020 akan diputuskan oleh hasil penghitungan suara di negara-negara bagian 'medan pertempuran utama' seperti Michigan, Wisconsin dan Pennsylvania. Pada pemilu 2016 lalu tiga negara bagian itu 'dicuri' Trump dari Hillary Clinton.

Diketahui pemilihan presiden AS bukan sekadar ditentukan berdasarkan suara terbanyak, Pemilu AS ditentukan dalam sistem yang dikenal sebagai electoral college dan bukan secara mutlak berdasarkan pada suara publik (popular vote).

Meskipun para pemilih di AS akan secara langsung memilih kandidat presiden melalui surat suara, namun hasil pemungutan suara itu tak menjadi penentu kandidat memenangkan pemilu. Sebaliknya, semua tergantung pada elector atau orang-orang dalam electoral college.

Di bawah sistem electoral college, setiap negara bagian di Amerika Serikat memiliki sekelompok elector yang dipilih oleh partai politik di negara bagian tersebut. Para elector terpilih ini kemudian menjadi perwakilan untuk memilih capres dan cawapres, yang memperoleh suara terbanyak di negara bagian masing-masing.