Joe Biden Jadi Presiden, Investasi AS ke Indonesia Tetap Biasa-Biasa Saja

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Publik dunia menaruh harapan besar terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden. Keran investasi dari Negeri Paman Sam diharapkan akan semakin mengalir pasca kemenangan anggota Partai Demokrat ini atas rivalnya dari Partai Republik, Donald Trump.

Namun, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menilai, kemenangan Joe Biden sebenarnya tak akan banyak memberikan dampak besar terhadap realisasi investasi AS ke depannya.

Dia lalu membandingkan realisasi investasi AS di Indonesia pada 2020 lalu yang sebesar USD 749,7 juta. Negara adidaya tersebut hanya bertengger di peringkat 8 penyumbang investasi terbesar di Tanah Air.

"PMA (Penanaman Modal Asing) kita dari Amerika 5 tahun terakhir, Republik atau Demokrat yang menang itu tidak terlalu berdampak signifikan terhadap realisasi investasi Amerika di Indonesia. Jadi saya pikir landai-landai saja, enggak ada sesuatu yang membuat kita khawatir gimana," kata Bahlil dalam sesi teleconference, Senin (25/1/2021).

Kendati demikian, Bahlil coba sedikit membuka asa terhadap kemenangan Joe Biden. Namun, ia tetap tak mau bergantung banyak pada ekspektasi akan investasi AS ke Indonesia.

"Dengan hadirnya Joe Biden ini mungkin bisa membuat suatu kondisi yang lebih baik, harapan kita. Tapi kan kita tidak tahu arah kebijakannya seperti apa," ujar Bahlil.

"Tinggal bagaimana kita melakukan pola komunikasi yang baik khususnya di perdagangan kali ya. Harapan saya Joe Biden menambah investasi lah untuk suruh pengusaha Amerika ke Indonesia," tandasnya.

BKPM Catat Realisasi Investasi Kuartal IV-2020 Naik, Capai Rp 214,7 Triliun

Sejumlah konsumen menunggu di kantor BKPM, Jakarta, Senin (26/10/2015). Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) merupakan komitmen pemerintah demi memberikan pelayanan prima dan cepat kepada investor. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sejumlah konsumen menunggu di kantor BKPM, Jakarta, Senin (26/10/2015). Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) merupakan komitmen pemerintah demi memberikan pelayanan prima dan cepat kepada investor. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyampaikan realisasi investasi pada kuartal IV (Q4) 2020, yang mengalami kenaikan baik secara kuartalan (Quartal to Quartal/QtQ) maupun secara tahunan (Year on Year/YoY).

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, realisasi investasi pada Q4 2020 sebesar Rp 214,7 triliun. Jumlah tersebut naik 2,7 persen secara QtQ dan 3,1 persen secara YoY.

Menurut dia, program vaksinasi Covid-19 yang dicanangkan Pemerintah RI sejak akhir triwulan tahun lalu jadi kunci utama angka investasi melonjak naik, khususnya Penanaman Modal Asing (PMA).

"Kita tahu bahwa di kuartal keempat dimana kasus pandemi Covid-19 sudah ada vaksinasinya. Itu sudah meningkatkan rasa kepercayaan diri dari teman-teman investor asing yang ada di Indonesia," jelas Bahlil dalam sesi teleconference, Senin (25/1/2021).

Selain vaksinasi, Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang telah diundangkan ke dalam UU Nomor 11 Tahun 2020 juga turut memberikan rasa percaya diri bagi investor asing.

"Yang kedua adalah, pengesahan terhadap UU Cipta Kerja itu cukup memberikan pengaruh yang positif pada keberlangsungan investor asing yang ada di Indonesia," sambung Bahlil.

Bahlil pun menyoroti realisasi investasi yang berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) yang secara angka lebih besar ketimbang Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Adapun jumlah PMA pada Q4 2020 sebesar Rp 111,1 triliun (51,7 persen), naik 4,6 persen secara QtQ dan 5,5 persen (YoY). Sementara PMDN sebesar Rp 103,6 triliun (48,3 persen), naik 0,8 persen (QtQ) am 0,7 persen (YoY).

"Yang menarik adalah, antara PMA dan PMDN kita lihat di kuartal keempat, PMA-nya lebih tinggi daripada PMDN-nya. Ini sudah barang tentu naik, baik dari kuartal ketiga maupun di kuartal sama pada tahun lalu," ungkap Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil juga menginformasikan terkait penyerapan jumlah tenaga kerja pada kuartal IV 2020, yang mencapai 294.780 orang.

"Ini kalau kita membandingkan dengan tahun yang lalu, kenaikannya tidak lebih dari 3 persen. Kemudian pada kuartal yang kemarin kenaikannya juga tidak lebih dari 3 persen," tutur Kepala BKPM.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: