Joe Biden Kunjungi Makam Putranya Persis pada Hari Pemilihan

Ezra Sihite, Dinia Adrianjara
·Bacaan 2 menit

VIVA – Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden memulai hari pilpres alias Election Day dengan berkunjung ke gereja dan makam putranya, Beau. Biden dan istrinya Jill, singgah di St Joseph Brandywine di Wilmington.

Setelah kunjungan singkat ke gereja, Biden berserta istri dan cucunya lalu berjalan ke makam Beau Biden di dekat gereja St Joseph. Putranya meninggal pada 2015 lalu karena menderita sakit kanker otak.

Mendiang istri Biden, Neilia, dan bayi perempuannya, Naomi, meninggal dalam kecelakaan mobil pada tahun 1972, tak lama setelah Biden terpilih sebagai senator. Mereka juga dimakamkan di kuburan yang sama.

Di hari pemilihan, Biden menghabiskan sisa harinya di Pennsylvania saat dia berusaha keras untuk mendapatkan suara hingga Election Day. Sejauh ini Biden terus memimpin dalam jajak pendapat nasional dan sebagian besar negara bagian kunci. Namun petahana Presiden Donald Trump yakin dia akan kembali memenangkan pemilu seperti tahun 2016 lalu.

Dalam jajak pendapat nasional selama beberapa bulan terakhir, Biden terus memiliki posisi kuat dibandingkan Trump. Tapi perlu dipahami, pemilihan Presiden AS tidak ditentukan oleh suara publik (popular vote).

Presiden terpilih akan dimenangkan melalui pemilihan electoral college yang beranggotakan 583 orang yang mana setiap negara bagian memiliki jumlah suara elektoral yang setara dengan perwakilannya di DPR dan Senat.

Suara elektoral dari negara bagian yang jumlahnya lebih banyak menjadi medan pertempuran sesungguhnya seperti Florida dan Pennsylvania yang dapat menentukan hasil persaingan dalam Pilpres AS.

Dilansir dari Channel News Asia, rata-rata jajak pendapat nasional oleh situs RealClearPolitics menunjukkan Biden unggul 6,8 poin atas Trump, atau sekitar 50,7 persen dibandingkan 43,9 persen.

Sementara itu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dia merasa senang dengan peluangnya untuk menang dalam pemilihan presiden yang digelar pada 3 November 2020. Trump memprediksi akan menang besar di negara-negara bagian utama seperti Florida dan Arizona.

"Kami merasa sangat baik," kata Trump dengan percaya diri alias pede dalam wawancara telepon dengan Fox News.

Trump mengatakan dia mengharapkan kemenangan di semua negara bagian utama yang menjadi penentu pemilu.