Joe Biden Menang Pemilu, Presiden Korsel Pastikan Aliansi dengan AS Tak Akan Renggang

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Seoul- Presiden Korea Selatan Moon Jae-in memastikan tidak ada kerenggangan dalam aliansi dengan Amerika Serikat dan proses perdamaian di semenanjung Korea setelah Joe Biden menang Pilpres AS 2020 mengalahkan Donald Trump.

Dikutip dari Channel News Asia, Senin (9/11/2020) pernyataan dari Presiden Moon Jae-in tersebut datang saat ia menyampaikan ucapan selamat kepada Joe Biden atas kemenangannya dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 2020.

Kantor kepresidenan Korea Selatan, Rumah Biru menyampaikan pernyataan Presiden Moon Jae-in yang mengatakan bahwa negara tersebut akan bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk mempromosikan nilai-nilai bersama termasuk demokrasi, perdamaian dan hak asasi manusia.

Selain itu, Presiden Moon Jae-in juga menyatakan bahwa pemerintahnya akan bekerja untuk mempromosikan hubungan ekonomi termasuk membangun ekonomi netral karbon, yang telah dipromosikan Joe Biden.

Pada 8 November 2020, Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Kang Kyung-wha dilaporkan telah tiba di Washington D.C untuk melakukan pembicaraan dengan mitranya dari Amerika Serikat.

Agenda Kunjungan Menlu Korea Selatan, Kang Kyung-wha ke AS

Sepasang kekasih mengenakan masker saat bersepeda  di sebuah taman di Seoul, Korea Selatan, 7 Maret 2020. Hingga Kamis (12/3/2020) pagi, jumlah kasus virus corona COVID-19 di Korea Selatan sebanyak 7.755 orang terinfeksi, 60 meninggal, dan 288 sembuh. (AP Photo/Ahn Young-joon)
Sepasang kekasih mengenakan masker saat bersepeda di sebuah taman di Seoul, Korea Selatan, 7 Maret 2020. Hingga Kamis (12/3/2020) pagi, jumlah kasus virus corona COVID-19 di Korea Selatan sebanyak 7.755 orang terinfeksi, 60 meninggal, dan 288 sembuh. (AP Photo/Ahn Young-joon)

Usai mengunjungi Korean War Veterans Memorial, Menlu Kang Kyung-wha mengatakan terlalu cepat untuk memprediksi bagaimana pemerintahan baru Amerika Serikat akan menangani masalah tertentu.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa dirinya tidak mengharapkan Biden untuk kembali ke kebijakan perdamaian strategis mantan Presiden Barack Obama dengan Korea Utara.

"Dari sambutan publik beberapa ajudan Biden, saya tidak percaya itu bermaksud untuk kembali ke kebijakan perdamaian strategis di masa lalu," kata Menlu Kang Kyung-wha, dalam laporan Yonhap News Agency.

"Itu harus dibuat berdasarkan berbagai kemajuan dan prestasi yang dicapai dalam tiga tahun terakhir," jelas Menlu Kang Kyung-wha.

Laporan Yonhap News Agency juga menyebutkan bahwa Menlu Kang Kyung-wha akan bertemu dengan pejabat urusan luar negeri dan anggota keamanan Biden untuk membahas kerja sama selama kunjungannya ke Amerika Serikat.

Tetapi, belum adanya informasi lebih lanjut terkait pertemuan tersebut.

Kunjungan Menlu Kang Kyung-wha terjadi atas undangan dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, yang membatalkan kunjungannya ke Seoul pada Oktober 2020 setelah Presiden Donald Trump dinyatakan positif terkena COVID-19.

Agenda pertemuan itu disebut termasuk membahas memperkuat aliansi antara kedua negara dan isu di semenanjung Korea.

Tak hanya itu, Menlu Kang Kyung-wha juga mengungkapkan bahwa ia akan bertemu dengan sejumlah senator dan para ahli Amerika Serikat.

Saksikan Video Berikut Ini: