Joe Biden: Perang Melawan COVID-19 Masih Jauh dari Kata Menang

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Washington D.C - Presiden Joe Biden mengumumkan perluasan kampanye vaksinasi virus Corona Amerika Serikat, dengan mengatakan 90 persen dari semua orang dewasa akan memenuhi syarat untuk suntikan pada 19 April 2021.

Joe Biden juga memperingatkan bahwa "perang melawan Covid-19 masih jauh dari kemenangan," mencerca "perilaku sembrono yang telah kita lihat di televisi selama beberapa minggu terakhir" yang membuat negara itu di ambang gelombang baru.

Dikutip dari laman DW.com, Selasa (30/3/2021), tujuan keseluruhan administrasi Biden adalah memastikan 90 persen orang dewasa di AS memiliki akses ke situs vaksinasi dalam jarak 5 mil (8 kilometer) dari tempat tinggal mereka.

Langkah-langkah baru itu termasuk meningkatkan jumlah apotek dari 17.000 menjadi hampir 40.000, yang ambil bagian dalam program imunisasi federal.

Pemerintahan Joe Biden juga berencana untuk membuat selusin situs vaksinasi massal tambahan selama tiga minggu ke depan.

Rencana tersebut juga mencakup US$ 100 juta dalam pendanaan untuk membantu memberikan suntikan kepada orang dewasa yang rentan dan berisiko serta orang-orang dengan disabilitas.

Mandat Joe Biden

Kamala Harris menjadi wapres AS terpilih mendampingi Joe Biden, presiden AS terpilih 2020 | instagram.com/kamalaharris
Kamala Harris menjadi wapres AS terpilih mendampingi Joe Biden, presiden AS terpilih 2020 | instagram.com/kamalaharris

Joe Biden juga meminta beberapa negara bagian menjalankan mandatnya dan pembatasan bisnis yang sudah mulai longgar.

"Tolong, ini bukan politik. Kembalikan mandat jika Anda membiarkannya," katanya, seraya menambahkan bahwa mengenakan topeng adalah "tugas patriotik" setiap orang Amerika Serikat.

Enam negara bagian di AS telah mencabut mandat wajib menggunakan masker.

Beberapa negara bagian lain juga sudah berniat melakukannya pelonggaran dalam beberapa bulan mendatang. AS telah menanggung beban terbesar pandemi virus Corona, COVID-19 dengan hampir 550.000 kematian dan lebih dari 30 juta kasus yang dikonfirmasi.

Saksikan Video Berikut Ini: