Joe Biden Peringati Kerusuhan Capitol Hill di 2021

·Bacaan 1 menit

Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memperingati kerusuhan 6 Januari 2021 di Capitol Hill. Joe Biden mengecam pihak-pihak yang ingin mengganggu hasil pemilu.

"Mereka yang menerobos Capitol dan mereka yang mendorong dan memicunya dan mereka yang mengajak perbuatan demikian telah menghunuskan pisau ke tenggorakan Amerika, kepada demokrasi Amerika," ujar Joe Biden dalam pidato yang secara lengkap dirilis CNN, Jumat (7/1/2021).

Presiden juga memberikan pujian kepada para anggota Kongres dari kedua partai yang tidak gentar ketika ada perusuh yang masuk ke Capitol Hill.

"Anggota Kongres, Demokrat dan Republik, tetap tinggal. Para senator, anggota DPR, staf, mereka menyelesaikan tugas mereka yang diminta oleh Konstitusi. Mereka menghormati sumpah mereka untuk mempertahankan Konstitusi melawan semua musuh, luar negeri dan dalam negeri," ucap Biden.

"Saya akan mempertahankan negara ini. Dan saya tidak akan membiarkan siapapun menghunuskan pisau ke tenggorokan demokrasi kita," ujar Biden.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Nama Trump Tak Disebut

Massa pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump berdiri di atas kendaraan polisi di Capitol Hill, Washington, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021). Kericuhan terjadi saat massa pendukung Donald Trump merangsek masuk ke dalam Gedung Capitol Hill. (AP Photo/Julio Cortez)
Massa pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump berdiri di atas kendaraan polisi di Capitol Hill, Washington, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021). Kericuhan terjadi saat massa pendukung Donald Trump merangsek masuk ke dalam Gedung Capitol Hill. (AP Photo/Julio Cortez)

Joe Biden menang pemilu 2020 dengan total 81 juta suara, sementara Donald Trump meraih 74 juta. Donald Trump menolak hasil pilpres karena menduga ada kecurangan.

Nama Donald Trump tak disebut Joe Biden dalam pidatonya, meski retorika Trump berperan dalam memicu kerusuhan.

Peringatan 6 Januari ini disampaikan Presiden Biden di tengah popularitasnya yang anjlok besar-besaran. Menurut laporan CNBC, ada 60 persen responden yang tak setuju dengan kebijakan Biden, terutama karena COVID-19 dan masalah ekonomi.

Sekitar 84 persen warga menilai harga lebih tinggi ketimbang tahun lalu. Sementara, hanya 19 persen yang mengaku pendapatannya naik.

Tahun lalu, rating Biden juga anjlok akibat kekacauan di Afghanistan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel