Joe Biden 'Presiden Terpilih', Itu Kata Ketua DPR AS

Ezra Sihite
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi menyampaikan pernyataan mengejutkan karena mengatakan Joe Biden adalah seorang mantan wakil presiden yang menjadi presiden terpilih AS. Pelosi sebagaimana dikutip dari ABC News mengatakan bahwa Joe Biden adalah seorang petarung yang siap memberi kebaikan bagi warga Amerika Serikat.

"Pagi ini sudah terlihat makin jelas bahwa Biden-Harris akan memenangkan Gedung Putih. Presiden terpilih Biden punya mandat memimpin dengan dukungan Demokrat di DPR dan Kongres di belakangnya," kata Nancy Pelosi dalam rilis persnya.

Pelosi mengatakan bahwa hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi Amerika Serikat. Politikus Demokrat itu senantiasa memuji kaliber dan kepemimpinan Joe Biden, kolega separtainya itu.

"Tenang, percaya diri dan sabar saja. Kita menunggu keberlanjutan demi rakyat," kata dia lagi.

Pelosi mengatakan hak memberikan suara bak hak keramat bagi warga AS untuk menentukan nasib mereka melalui pemilihan pemimpin mereka. Pelosi mengatakan dalam rangka persiapan administrasi pemerintahan Biden maka penanganan COVID-19 harus dijadikan sebagai prioritas.

Diketahui calon Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden sejauh ini malah memimpin di negara bagian Pennsylvania, state ‘negara bagian’ yang amat kunci dengan suara elektoral dari elektor hingga 20. Padahal Pennsylvania dihitung harus menjadi negara bagian "milik" calon petahana Donald Trump apabila Trump ingin kembali terpilih di Pilpres 2020 ini.

Adanya perubahan "arah angin" Pennsylvania baru terjadi pada Jumat pagi-siang waktu Amerika ketika dengan 98 persen suara terhitung, Joe Biden menyalip posisi Donald Trump yang lebih awal unggul di negara bagian tersebut. Selain Pennsylvania, Joe Biden dengan mengejutkan juga unggul di negara bagian Georgia yang biasanya menjadi negara bagian yang dimenangkan oleh Republikan.

Seorang sumber yang amat dekat dengan pejabat-pejabat Gedung Putih menyebutkan bahwa orang-orang Donald Trump baik di dalam Gedung Putuh maupun yang mengurusi kampanye Donald Trump, satu per satu mulai mundur bagai meninggalkan calon presiden petahana itu.

Hal itu kata sumber yang dikutip CNN International dilakukan karena mereka ingin tak satu perahu dengan orang yang berpotensi kalah. Alasan lainnya adalah karena Joe Biden, rival Trump dengan sangat mengejutkan kini unggul di negara bagian Georgia dan Pennsylvania.