Joe Biden Tegaskan Ulang Kebijakan One China di Pertemuan Virtual dengan Xi Jinping

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Washington - Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping telah menyelesaikan pertemuan puncak virtual pertama mereka Selasa 16 November 2021 pagi waktu setempat. Dalam pertemuan tersebut, Biden dan Xi juga membahas masalah kontroversial seperti praktik China di Xinjiang dan Hong Kong.

Mengutip BBC, Selasa (16/11/2021), pertemuan ini adalah diskusi paling substansial yang dilakukan oleh kedua pemimpin sejak Biden menjabat pada Januari.

Biden menegaskan kembali komitmen pemerintahannya terhadap kebijakan 'One China' di Taiwan selama pertemuan pernyataan virtual dengan Presiden China Xi Jinping, membersihkan pernyataan bulan lalu ketika dia mengatakan AS akan membela Taiwan jika diserang oleh China.

Sebelumnya, Xi sempat mengeluarkan peringatan kepada Biden bahwa dukungan Amerika Serikat untuk kemerdekaan Taiwan seperti bermain dengan api, dan mereka yang bermain api akan terbakar.

Pernyataan Gedung Putih yang dirilis setelah pertemuan berakhir mengatakan, Presiden Joe Biden menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap berkomitmen pada kebijakan 'One China'.

"[Kebijakan ini] sangat menentang upaya sepihak untuk mengubah status quo atau merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan."

Kebijakan 'One China' adalah landasan utama hubungan China-AS. Di bawah kebijakan ini, AS mengakui dan memiliki hubungan formal dengan China, bukannya dengan Taiwan yang dianggap China sebagai provinsi yang memisahkan diri untuk dipersatukan kembali dengan China suatu hari nanti.

Namun, AS juga masih menganut aturan-aturan seperti, Taiwan Relations Act (Undang-Undang Hubungan Taiwan), tiga Joint Communiques (Komunike Bersama), dan Six Assurance (Enam Jaminan), berdasarkan pernyataan dari Gedung Putih tersebut.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Topik Pertemuan Biden-Xi

Presiden Joe Biden melambai saat bertemu secara virtual dengan Presiden China Xi Jinping dari Ruang Roosevelt Gedung Putih di Washington, Senin (15/22/2021). Pertemuan dimaksudkan untuk menurunkan ketegangan antara AS dan China selaku dua negara adidaya dunia saat ini. (AP Photo/Susan Walsh)
Presiden Joe Biden melambai saat bertemu secara virtual dengan Presiden China Xi Jinping dari Ruang Roosevelt Gedung Putih di Washington, Senin (15/22/2021). Pertemuan dimaksudkan untuk menurunkan ketegangan antara AS dan China selaku dua negara adidaya dunia saat ini. (AP Photo/Susan Walsh)

Pertemuan dimulai dengan kedua pemimpin saling menyapa dengan hangat, dengan Xi mengatakan dia senang melihat teman lamanya, Biden.

Sementara itu, Biden berkata, "Mungkin saya harus memulai dengan lebih formal, meskipun Anda dan saya tidak pernah seformal itu satu sama lain," menurut laporan Reuters.

Keduanya selalu berkomunikasi dengan sangat jujur dan terus terang. Xi mengatakan kedua negara perlu meningkatkan komunikasi dan menghadapi tantangan bersama.

"Umat manusia hidup di desa global dan kita menghadapi banyak tantangan bersama. China dan AS perlu meningkatkan komunikasi dan kerja sama," kata Xi Jinping.

"Saya siap bekerja dengan Anda, Pak Presiden, untuk memajukan hubungan China-AS ke arah yang positif."

Penulis: Anastasia Merlinda

Infografis Amerika Serikat dan China Terancam Perang Dingin?

Infografis Amerika Serikat dan China Terancam Perang Dingin? (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Amerika Serikat dan China Terancam Perang Dingin? (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel