Joe Biden Umumkan Susunan Kabinet Pertama, Ini Daftarnya

Raden Jihad Akbar, Dinia Adrianjara
·Bacaan 3 menit

VIVA – Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden, mengumumkan sederet nama untuk mengisi kursi kabinet di bawah kepemimpinannya. Presiden terpilih dari Partai Demokrat itu akan secara resmi duduk di Gedung Putih pada 21 Januari 2021.

Dilansir dari Al Jazeera, berikut ini nama-nama calon menteri dan utusan khusus yang telah diumumkan oleh Joe Biden.

Baca juga: Syarat Guru Honorer Kemendikbud Bisa Cairkan Subsidi Gaji Rp1,8 Juta

1. Antony Blinken (Menteri Luar Negeri)

Blinken pernah menjabat sebagai wakil menteri luar negeri dan wakil penasihat keamanan nasional di bawah pemerintahan Barack Obama-Biden. Dia telah menjadi penasihat Biden tentang kebijakan luar negeri sejak 2002.

Blinken merupakan sosok yang kerap menekankan pentingnya organisasi dan aliansi internasional, sehingga diharapkan dapat memimpin kembali bergabungnya Amerika Serikat dengan Organisasi Kesehatan Dunia, Kesepakatan Iklim Paris dan menghidupkan kembali kesepakatan nuklir dengan Iran.

2. Alejandro Mayorkas (Menteri Keamanan Dalam Negeri)

Mayorkas yang merupakan mantan jaksa federal California, pernah menjabat sebagai wakil menteri di Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS di bawah pemerintahan Obama.

Jika dikonfirmasi, Mayorkas yang lahir di Havana akan menjadi orang Latin pertama di kementerian tersebut. Kementerian ini memiliki sekitar 240 ribu pegawai dan bertanggung jawab atas keamanan perbatasan, penegakan imigrasi, keamanan dunia maya, kesiapan dan bantuan bencana dan lainnya.

3. Avril Haines (Direktur Intelijen Nasional)

Haines adalah wakil penasihat keamanan nasional di bawah pemerintahan Obama dan menjadi wanita pertama yang menjabat sebagai wakil direktur CIA.

Jika dikonfirmasi, dia akan menjadi wanita pertama yang menjabat sebagai direktur Intelijen Nasional yang mengawasi 17 badan termasuk Central Intelligence Agency (CIA) dan National Security Agency (NSA).

4. Jake Sullivan (Penasihat Keamanan Nasional)

Sullivan menjabat sebagai penasihat keamanan nasional bagi Biden ketika menjabat sebagai wapres, dia juga pernah menjabat wakil kepala staf Menteri Luar Negeri Hillary Clinton.

Lulusan Yale University berusia 43 tahun, Sullivan memiliki reputasi sebagai 'operator' di belakang layar. Dia mengambil bagian dalam pembicaraan rahasia dengan Iran, yang mengarah pada kesepakatan nuklir internasional 2015 atau JCPOA.

5. Linda Thomas-Greenfield (Dubes AS untuk PBB)

Thomas-Greenfield adalah diplomat karier yang menjabat sebagai diplomat tertinggi untuk Afrika di pemerintahan Obama, pada 2013 hingga 2017. Dia memimpin kebijakan AS di sub-sahara Afrika selama wabah Ebola di Afrika Barat.

Dia sebelumnya pernah menjabat sebagai duta besar di Swiss, Pakistan, Kenya, Gambia, Nigeria, dan Jamaika. Thomas-Greenfield akan ditugaskan untuk memulihkan status AS di PBB. Seperti diketahui Donald Trump menurunkan peran duta besar AS dari posisi kabinet pada 2018.

6. Janet Yellen (Menteri Keuangan)

Yellen adalah seorang ekonom karier yang menghabiskan bertahun-tahun bekerja di Federal Reserve AS, termasuk menjabat sebagai ketua dari tahun 2014-2018. Yellen yang merupakan ketua wanita pertama di lembaga itu, juga akan menjadi menteri Keuangan AS wanita pertama jika dikonfirmasi.

7. John Kerry (Utusan Khusus untuk Iklim)

Kerry adalah mantan menteri luar negeri di bawah Obama. Biden menunjuknya sebagai utusan untuk bidang iklim di bawah Dewan Keamanan Nasional. Posisi baru ini adalah pertama kalinya anggota dewan akan mendedikasikan diri untuk perubahan iklim.

Kerry membantu merundingkan Perjanjian Iklim Paris 2015 yang bertujuan mengurangi emisi di seluruh dunia. Kerry juga pernah mencalonkan diri sebagai presiden AS dari Partai Demokrat pada 2004, namun kalah dari petahana George W Bush. (art)