Joko Pinurbo lelang puisi rayakan Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda

·Bacaan 2 menit

Pujangga kenamaan Indonesia, Joko Pinurbo berencana melelang karya puisinya yang berjudul “Malam Rindu” untuk merayakan momen Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda yang tepat jatuh di Oktober.

Puisi yang dilelang itu merupakan puisi asli yang ditulis tangan dan akan dibingkai didampingi ilustrasi buatan ilustrator handal peraih Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2017, Budi Setyo Widodo.

“Puisi Indonesia sekarang semakin bervariasi, semarak, dibanding misalnya pada zaman saya. Sekarang ini banyak penyair yang menunjukkan corak yang berbeda-beda satu dengan yang lain, warna lokal misalnya mulai diolah kembali oleh penyair daerah. Panorama semakin meriah,” kata Joko Pinurbo mengomentari perkembangan puisi di nusantara masa kini dalam keterangannya, Kamis.

Bagi pria yang akrab disapa Jokpin, pandemi menjadi ajang kontemplasi berbagai persoalan hidup yang di saat kondisi normal mungkin terlewati.

Baca juga: Jokpin buat puisi soal #dirumahaja dan perjuangan melawan corona

Lewat masa sulit itu, ia merasa bisa lebih mendalami makna kehidupan dan bisa menyampaikan lubuk hati terdalamnya lewat medium kecintaannya yaitu puisi.

“Sekarang kita punya sunyi yang luas dan dalam,” ujar pria yang usianya sudah lebih dari setengah abad itu.

Tak hanya Joko Pinurbo, pujangga legendaris lainnya seperti Remy Sylado, Acep Zamzam Noor, Inggit Putria Marga, Sihar Ramses Simatupang, dan Iwan Jaconiah akan ikut melelang puisi- puisi mereka untuk merayakan keragaman Bahasa di Bulan Bahasa dan juga semangat Peringatan Sumpah Pemuda.

Remy Sylado akan melelang “Penyair Indonesia”, “Senja di Kamar”, dan “Aku Dengar Suara yang Lain”. Sementara Acep ZamZam Noor akan melelang “Amanat Galunggung”.

Lalu Inggit Putria Marga akan melelang “Pekarangan”, Sihar Ramses Simatupang melelang puisi “Di Cawan Terakhir”, dan terakhir Iwan Jaconiah melelang paling banyak karyanya yaitu “Indonesia Sejati”, “Sajak Untuk Ibu”, “Asing di Negeri Orang”, dan “Secangkir Kopi Luwak”.

Puisi- puisi itu juga akan dibacakan langsung oleh para petinggi negara seperti Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Komunikasi dan Informastika Johnny G Plate.

Lalu ada juga Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S Uno, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan, dan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie.

Sebelas puisi itu seluruhnya akan dilelang pada Jumat (19/10) di Grand Studio Metro TV Jakarta Barat dan hasilnya akan disumbangkan untuk aksi kemanusiaan bagi anak yatim piatu korban COVID-19.

Baca juga: Bikin musikalisasi puisi jadi tantangan bagi Oppie Andaresta

Baca juga: Joko Pinurbo ajak anak muda baca sastra lama

Baca juga: Cetakan baru buku Joko Pinurbo dilengkapi musikalisasi Oppie

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel