Jokowi: 2021 Masa Recovery, Masa Kebangkitan

Agus Rahmat, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Joko Widodo menaruh harapan besar di tahun 2021 ini untuk bisa bangkit kembali setelah terpuruk akibat pandemi COVID-19. Satu tahun belakangan mengalami situasi sulit yakni krisis kesehatan dan ekonomi.

Hal itu dikatakan Presiden Jokowi, saat menyampaikan sambutan dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2021, hari ini, Kamis 25 Februari 2021.

"Dan sekarang ini tahun 2021 adalah masa recovery, masa kebangkitan yang harus kita sambut dengan optimisme antusias dan kerja keras penuh keberaninan," kata Jokowi, Kamis 25 Februari 2021.

Baca juga: Ratusan Pelayat Salatkan Jenazah Pimpinan MTA Ustaz Sukina

Jokowi mengatakan, bahwa banyak lembaga keuangan dunia seperti IMF dan Bank Dunia, telah meramal pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini sekitar 4 hingga 5 persen. Ramalan itu tentunya harus dibuktikan, atau bahkan lanjut dia, bisa saja lebih baik.

"Syaratnya sederhana, energi bangsa harus bersatu dan fokus menangani krisis kesehatan dan mendongkrak ekonomi berkualitas," kata dia.

Kunci pemulihan ekonomi, lanjut mantan Gubernur DKI itu, adalah saat ini bagaimana negara mengatasi pandemi. Penanganan testing, tracing dan treatmen jadi suatu kunci selain penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Kepala Negara juga menyatakan, bahwa pemerintah telah bekerja keras memperoleh vaksin dari berbagai perusahaan antar negara. Buktinya, di antara negara kawasan Asia, Indonesia terbilang paling cepat memulai pelaksanaan vaksin. Pemerintah sendiri telah memiliki komitmen vaksin sebanyak 340 juta bulk dengan target keseluruhan 170 juta orang menerima suntikan imunisasi kekebalan COVID tersebut.

"Selain diprioritaskan untuk tenaga kerja yang melayani masyarakat secara langsung, pemerintah sedang mengawal di kluster padat untuk menghasilkan kekebalan komunal, herd immunity, secara cepat. Saya mengharapkan partisipasi dari seluruh pihak untuk mendukung vaksinasi ini. Indonesia harus segera aman dari COVID, dan kita tunjukan pada dunia bahwa kita termasuk di barisan kedepan dalam menangani krisis di dunia ini," jelas Kepala Negara.