Jokowi: 70 Persen Divaksin Insya Allah COVID-nya Setop

Ezra Sihite, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemberian vaksin COVID-19 akan dilakukan dalam waktu segera. Presiden Joko Widodo karena itu meminta agar tidak ada penolakan terhadap vaksinasi dari masyarakat.

Meskipun diakui vaksinasi tidak lantas membuat situasi menjadi normal kembali seperti sedia kala.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam pemberian Bantuan Modal Kerja (BMK) di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat, 8 Januari 2021.

"Jadi ini minggu depan mulai vaksinasi, tapi keadaan belum bisa kembali langsung normal," kata Jokowi.

Kepada para penerima bantuan, Jokowi menitipkan agar menyampaikan kepada yang lain untuk terus mengetatkan protokol kesehatan, termasuk tidak membuat kerumunan. Dengan vaksin dan protokol kesehatan, menurutnya, COVID-19 di Indonesia bisa hilang.

"Kalau yang divaksin sudah 182 juta itu 70 persen dari penduduk Indonesia terjadi kekebalan komunal, insya Allah COVID-nya setop," ujar Jokowi.

Presiden Jokowi bersyukur banyak warga yang juga ingin divaksin. Namun jika tidak mau divaksin, maka menurutnya hal itu akan merugikan diri sendiri dan juga orang lain.

"Di sini ada yang tidak mau divaksin? Ada semua ingin divaksin, syukur alhamdulillah. Karena kalau ada yang tidak mau divaksin, tidak hanya merugikan diri sendiri tapi juga merugikan orang lain. Vaksinasi kayak bayi imunisasi anak-anak itu, kayak gitu saja," kata Jokowi. (ase)