Jokowi: 83 Persen Pasokan Vaksin Covid-19 Global Diterima Negara Kaya

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan, pandemi saat ini mampu ditangani secara global jika seluruh negara dapat pulih sepenuhnya dari virus Covid-19. Salah satunya solusinya adalah dengan vaksinasi Covid-19.

"Saya harus kembali mengingatkan kita semua bahwa kita hanya akan betul-betul pulih dan aman dari Covid-19 jika semua negara juga telah pulih," kata Jokowi kala berpidato di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kesehatan Global secara virtual, seperti dikutip dari siaran pers diterima, Sabtu (22/5/2021).

"No one is safe until everyone is," tegas Jokowi.

Namun demikian, tidak dipungkiri vaksinasi juga mengundang masalah baru. Seperti akses tidak merata yang adil untuk dibagikan bagi tiap-tiap negara.

"Kesenjangan tampak menjadi semakin nyata saat 83 persen pasokan vaksin global telah diterima negara-negara kaya. Hanya sebanyak 0,3 persen pasokan vaksin global yang tersedia bagi negara berpenghasilan rendah," kritik Jokowi.

Negara Berkembang Hanya 17 Persen

Jokowi mencatat, hanya 17 persen pasokan vaksin yang diterima negara-negara berkembang di mana terdapat di dalamnya 47 persen populasi dunia.

"Untuk itu kita harus melakukan langkah nyata yaitu, dalam jangka pendek, kita harus mendorong lebih kuat lagi dosis-sharing melalui skema Covax Facility," dorong Jokowi.

Jokowi percaya, dengan skema Covax Facility, solidaritas akan terdorong dan dilipatgandakan khususnya dalam mengatasi masalah rintangan suplai.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel