Jokowi-Ahok Foto Bareng Dokter dan Perawat RS Siloam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kedatangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta, Joko Widodo alias Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menjadi perhatian dokter, perawat, serta pasien MRCCC Siloam Hospitals di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Sabtu (14/4/2012).

Jokowi yang datang lebih awal langsung berkeliling ke rumah sakit itu. Setiap keliling ruangan rumah sakit, staf ruangan minta berfoto bersama.Jokowi, terlihat sumringah, tak kuasa untuk menolak ajakan berfot bersama. Ruangan terakhir yang dimasuki Jokowi adalah kamar kelas 3 untuk pasien menengah ke bawah dan tidak mampu.

Di ruangan itu, Jokowi sempat menanyakan beberapa pasien soal pelayanan yang diberikan rumah sakit terhadap mereka. Tanggapan pasien, membuat Jokowi tersenyum lebar. Jokowi kemudian berharap, ke depan bisa menerapkan kartu jaminan kesehatan warga tak mampu untuk rumah sakit bagus.

"Kalau fasilitas bersih, peralatan komplit, ini luar biasa. Artinya, pelayanan diberikan kepada siapapun. Termasuk yang tidak mampu," ujar Jokowi yang siang itu mengenakan kemeja andalannya jika turun ke lapangan, kotak-kotak lengan panjang digulung selengan.

Usai menjenguk pasien, salah satu perawat mengaku ingin berfoto bareng bersama Jokowi. Namun ia segan karena Jokowi saat itu ditanyai wartawan soal hasil kunjungannya ke MRCCC Siloam Hospitals dan program kartu jaminan kesehatan yang akan diteraplannya kelak jika terpilih.

Akhirnya, waktu yang ditunggu-tunggu datang juga. Dokter dan perawat di lantai 30 itu bisa berfoto bersama Jokowi dan Ahok yang akhirnya datang meski terlambat. Merek nampak senang setelah berfoto dengan pria yang masih menjabat Wali Kota Solo tersebut.

Salah satu perawat kepada Tribun Jakarta mengaku mengenal Jokowi dan Ahok selama ini dari televisi. "Saya mau foto karena orangnya sederhana, baik, merakyat, dan membumi. Saya tinggal di Bekasi. Nanti saya menyuruh keluarga saya untuk memilih mereka berdua," timpal perawat yang tidak mau menyebutkan namanya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.