Jokowi Ajak Jerman Bermitra Wujudkan Transformasi Digital di RI

Fikri Halim, Eduward Ambarita
·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden Joko Widodo membanggakan kemajuan yang sangat pesat ekonomi digital di Indonesia. Menurut Jokowi, akrabnya disapa, kini Indonesia memasuki era baru di tengah semakin cepatnya kemajuan teknologi.

Momentum itu tengah ditangkap dan dipersiapkan menyongsong Indonesia Emas yang dicanangkan di tahun 2045.

Hal itu dikatakan Presiden saat membuka eksibisi Hannover Messe 2021 Digital Edition. Pameran dagang di sektor teknologi dan solusi industri manufaktur ini terbilang bergengsi di dunia.

"Ekonomi digital dan industri 4.0 Indonesia tercepat di Asia Tenggara. Indonesia memiliki start-up sekitar 2.193, kelima terbesar di dunia. Indonesia memiliki 5 unicorn dan Indonesia bahkan telah memiliki 1 decacorn," kata Jokowi menyampaikan sambutan secara virtual, Senin, 12 April 2021.

Tahun ini, Indonesia sendiri menjadi negara pertama di Asia yang menjadi Official Partner Country di gelaran tersebut. Jokowi mengatakan, ekonomi digital dan industri 4.0 bakal berkontribusi besar bagi Indonesia. Setidaknya proyeksi Jokowi, dari ekonomi digital dan teknologi, PDB Indonesia PDB Indonesia dari sektor industri ini sekitar US$133 miliar di tahun 2025.

"Didukung 185 juta penduduk yang memiliki akses internet, terbesar keempat di dunia. Kemajuan industri 4.0 akan menjadikan Indonesia top 10 economy global di tahun 2030," kata Jokowi.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga, menyampaikan proyeksi ke depan tentang Indonesia di hadapan Kanselir Jerman Angela Merkel. Di depan Merkel, perempuan kepala pemerintahan yang terkenal dengan produksi mesin dan mobil mewah itu, Jokowi mengajak kemitraan.

"Saya ingin mengajak Jerman untuk bermitra mewujudkan transformasi digital di Indonesia. Indonesia sendiri telah menyiapkan roadmap implementasi making Indonesia 4.0," ujarnya.

Jokowi menjelaskan, beberapa hal utama untuk mewujudkan transformasi digital. Pertama, di era industri 4.0 penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kebutuhan. Indonesia memiliki bonus demografi dan tahun 2030 jumlah usia produktif di Indonesia tumbuh dua kali lipat.

“Tantangannya adalah penyiapan SDM yang mampu menghadapi tantangan masa depan. Tantangan big data, artificial intelligence, internet of things. Saya yakin, Jerman dapat mendukung penguatan SDM Indonesia melalui pengembangan pendidikan vokasi, penguatan riset, dan penguatan universitas berbasis teknologi," beber Jokowi.