Jokowi Akan Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional ke 4 Tokoh, Ini Daftarnya

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional 2021 kepada empat tokoh di Indonesia pada 10 November 2021 di Istana Bogor, Jawa Barat.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md selaku Ketua Dewan Gelar dan Tanda Kehormatan (DGTK) mengatakan, empat tokoh tersebut yaitu:

1. Tombolotutu dari Sulawesi Tengah

2. Sultan Aji Muhammad Idris dari Kalimantan Timur

3. Sutradara film Aji Usmar Ismail dari DKI Jakarta

4. Raden Ayra Wangsakara dari Banten

"Itu pahlawan nasional nanti yang akan diserahkan secara resmi dan dianugerahkan secara resmi kepada keluarga almarhum di Istana Bogor, persis pada Hari Pahlawan 10 November," kata Mahfud dalam youtube Kemenko Polhukam, Kamis (28/10/2021).

Mahfud Md menyatakan, keputusan empat tokoh tersebut sudah ditetapkan melalui Keputusan Presiden nomor 109/TK/2021 tentang Penganugerahan Pahlawan Nasional.

Utamakan pemerataan kedaerahan

Menko Polhukam Mahfud MD
Menko Polhukam Mahfud MD

Mahfud menjelaskan mereka adalah sosok yang menginspirasi untuk membangun, berdaulat serta ikut memperjuangkan dan memajukan Indonesia.

Dia pun mengakui terdapat ratusan nama yang diajukan kepada pemerintah. Tetapi kali ini pemerintah lebih mengutamakan pemerataan pahlawan kedaerahan sebab itu, kali ini memilih 4 pahlawan dari 4 daerah.

"Karena ini yang diajukan ratusan dan semuanya baik-baik. Tetapi ini yang menonjol, maka pemerintah kali ini mengutamakan selain ketokohan tapi yang lebih diutamakan adalah pemerataan kedaerahan," tandas Mahfud.

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka.com

6 Pahlawan Nasional 2018

Infografis 6 Pahlawan Nasional 2018. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 6 Pahlawan Nasional 2018. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel