Jokowi akan sulap Taman Fatahillah jadi ruang ekonomi kreatif

MERDEKA.COM, Untuk mewujudkan Kota Jakarta sebagai kota yang memiliki brand di bidang ekonomi kreatif, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bakal mengkonsep dan memberikan ruang dengan kerjasama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Marie E Pangestu. Ada 3 tempat yang akan dijadikan Jokowi sebagai ajang dan ruang bagi ekonomi kreatif.

"Saya bersama Bu Marie akan menjadikan Taman Fatahillah ada lapangan besar sebagai ajang produk kreatif. Kemudian Thamrin Plasa Senayan dan di belokan HI, dari Blok M sampai Mayestik. Baru kita lihat lapangannya seperti apa," ujar Jokowi.

Hal ini diutarakan Jokowi saat mengisi seminar 'Ekonomi Kreatif Internasional (PPKI)' di Studio XXI, Epiwalk, Kuningan Jakarta Selatan, Kamis (22/11).

Menurut Jokowi, jika 3 tempat itu jadi ruang untuk ajang usaha ekonomi kreatif akan lebih mudah nantinya melanjutkan konsep-konsep kampung untuk menjual produktivitas usahanya.

"Kan nanti ada kampung ikan, kampung tekstil dan kampung-kampung lainnya," katanya.

Jokowi balik bertanya, brand Jakarta apa? "Banjir dan macet," timpal audiens.

"Wuaduhh..kalau Jakarta brandnya enjoy Jakarta apanya yang enjoy," kata Jokowi sambil tempuk jidad.

"Saya ingin membangun Jakarta sebagai kota karnaval atau seni pertunjukan, tetapi nunggu kemauan masyarakat," jelasnya.

Sedangkan Menteri Pariwisata Ekonomi dan Kreatif Marie E Pangestu mendukung sepenuhnya langkah yang diupayakan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. Menurutnya, usaha ekonomi kreatif dan Pedagang Kaki Lima (PKL) ada pondasi ekonomi.

"Yang penting komitment pemerintah daerah. Saya lama berkomunikasi dengan Pak Jokowi, selama di Solo sudah. Dengan terciptanya ruang kreasi maka menjadikan kreatifitas-kreatifitas bisa interaksi. Dan menciptakan ruang kreasi untuk mengembangkan kreatifitas," pungkasnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat