Jokowi Bakal Terapkan Transaksi Nontunai di Pasar Tradisional

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima pengurus Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APSI) di Istana Merdeka Jakarta. Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga mengatakan pertemuan Jokowi dan APSI membahas revitalisasi pasar. 

“Soal pembangunan fisik dan nonfisik, hal-hal yang sifatnya bisa memberdayakan ketahanan pasar dan kemampuan pasar seiring berkembangnya zaman,” ungkap Jerry di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (23/1).

Salah satu point pembahasan revitalisasi pasar yakni menerapkan cashless atau pembayaran nontunai di pasar tradisional.  Selain itu, Jokowi dan APSI juga menyinggung pola distribusi barang di pasar tradisional. 

Menurut Jerry, ke depan BUMN turut dilibatkan dalam pendistribusian barang. Kualitas produk yang didistribusikan ke pasar tradisional dan modern pun harus sama. Dengan begitu, pasar tradisional bisa bersaing dengan pasar modern. 

“Pasar tradisional merupakan sumber ekonomi masyarakat, tentu kita tidak boleh meninggalkan pasar tradisional. Harus kita berdayakan, setarakan supaya bisa bersaing dengan pasar modern,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Umum APSI Ferry Juliantoro mengaku menagih janji Jokowi di Pilpres 2019 untuk merevitalisasi pasar. Ferry juga meminta Jokowi tak hanya fokus pada pembangunan fisik pasar tapi memperhatikan pengelolaan dan kualitas barang di pasar tradisional. 

“Kemudian kami menyampaikan kepada Presiden bahwa selama ini keberadaan pasar itu hanya merujuk pada payung hukum Perpres dan Permendag. Kami merasa itu kurang cukup. Oleh karena itu, kami bisa mewacanakan untuk membuat Rancangan UU tentang pasar,” sambung Ferry. 

UU ini nantinya bisa menjadi jalan keluar bagi dikotomi pasar tradisional dan modern. Apalagi, saat ini berkembang anggapan pasar modern masuk kelas pertama. Sedangkan pasar tradisional berada pada kategori kelas kedua. Namun, Ferry enggan menyebut spesifik pasar modern yang dimaksud. 

“Tadi kami sampaikan juga banyak ritel modern yang kemudian berdiri melanggar aturan dari zonasi. Di aturan tentang zonasi, antara ritel modern tidak boleh kurang dari 500 meter. Saya nggak mau nyebut nama lah. Itu sebelah-sebelahan dan nggak ada ketegasan, nggak ada sanksinya. Itu gimana? Itu kalau kita bertindak main hakim sendiri salah tapi kita minta supaya tegas posisinya,” ujar dia.

Reporter: Titin Supriatin

Sumber: Merdeka.com

Jokowi Ingin Akses Produk ke Pasar Tradisional dan Modern Sama

Presiden Jokowi didampingi Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil memberikan keterangan pers rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Istana Negara, Senin (26/8/2019). Lokasi Ibu Kota berada di wilayah Kabupaten Pejaman Penajam Pasar utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara di Kaltim. (Liputan6 com/Angga Yuniar)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita membuat pemerataan dalam pendistribusian barang ke ritel modern dan pasar tradisional. Hal ini salah satu bagian dari sasaran pemerataan kebijakan ekonomi pemerintah.

Menurut Enggar, Jokowi ingin agar pasar tradisional bisa bersaing dengan ritel modern. Salah satunya dalam hal akses distribusi barang.

"Seperti yang beliau perintahkan untuk pengembangan pasar tradisional yang sudah dilakukan di Boyolali juga kemarin, pola itu harus segera ditingkatkan. Akses distribusi kepada para pedagang harus sama dengan akses distribusi kepada Indomart, Alfamart pasar modern itu," ujar dia di‎ Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Enggar mengatakan, jika barang yang masuk ke pasar tradisional berbeda ‎yang didapatkan ritel modern, maka dikhawatirkan pasar tradisional ini semakin tinggalkan oleh masyarakat. Sebab orang lebih suka ke ritel modern yang variasi barangnya lebih banyak dan lebih murah.

"Kalau dia dapatkan berbagai barang dagangannya berbeda, maka pasar itu akan ditinggalkan, harganya, keberlangsungannya. Jadi ini dulu yang harus diselesaikan. Artinya fisik ada, dan juga distribusinya," kata dia.

Sebagai implementasi dari keinginan Jokowi tersebut, Enggar akan meminta kepada produsen besar untuk juga meny‎uplai ke pasar-pasar tradisional. Dengan demikian, barang yang dijual di pasar modern sama dengan pasar tradisional.

"Distribusi masuk ke pasar itu saya dah minta ke pabrik besar yang menyuplai agar mereka memberikan treatment yang lebih baik kepada pedagang pasar ketimbang ke pasar modern. Tapi saya tidak mau ada lebih berat dari yang ada," tandas dia.  

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

[vidio:News Flash : Blusukan ke Pasar Rawamangun Jokowi Borong Beras dan Manggis]()