Jokowi Batal Datang, Puluhan Anak Kecewa Pilih Bermain Lumpur

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Puluhan warga Tanah Merah, Pendongkelan, Kelurahan Kayu Putih, Pulo Gadung Jakarta Timur mengaku kecewa, lantaran Gubernur DKI Jakarta yang rencananya akan berdialog dengan mereka bersama Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri di Lapangan Tanah Merah, Pendongkelan, Kelurahan Kayu Putih, Pulo Gadung Jakarta Timur, Jumat (22/2/2013).

Mengobati kekecewaannya, mereka lebih memilih bermain lumpur di tanah lapang. Pantauan Tribunnews.com, puluhan anak-anak dengan riang bermain seluncur di tengah-tengah lapangan saat acara dialog antara Menteri Sosial, Salim Segaf Al Jufri dengan ratusan warga Tanah Merah berlangsung.

Karena hujan turun saat ditengah acara membuat tanah liat menjadi licin dan bercampur air hingga membentuk kubangan lumpur.

"Nggak seru nggak ada Jokowi," tutur Yandi (8) sambil bermain riang bersama teman-temannya.

Ketidakhadiran gubernur yang akrab disapa Jokowi ini disampaikan oleh Wali Kota Jakarta Timur, HR Krisdianto.

"Yah tadi pak Jokowi sampaikan, terjebak macet. Tidak bisa bergerak, jadi lain waktu akan ketemu. Pak Jokowi menyampaikan salam untuk anak-anakku semua" kata Krisdianto di atas panggung seluas sekitar 3X4 meter.

Pernyataan Krisdianto ini pun disambut dengan sorakan oleh ratusan anak yang sudah menunggu sejak sekitar pukul 14.00 WIB.

Meski Jokowi urung datang, namun ratusan anak jalanan yang berasal dari sekitar 30 rumah singgah ini tetap mendapat bantuan dari Kementerian Sosial, dan Pemprov DKI Jakarta. Bantuan tersebut berupa beras seberat dua ton, peralatan sekolah, dan uang tunai sebesar sekitar Rp 10 juta untuk setiap rumah singgah.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.