Jokowi Batasi Mobil, Industri Otomotif Kaji Dampaknya

  • Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNnews.com
    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNNEWS.COM - Hasil survey standar hidup baru yang dilakukan oleh Ipsos Business Consulting Indonesia cukup mengejutkan …

  • ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    Jagat Pintar
    ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    Produsen asal Taiwan, ASUS, menggebrak pasar ponsel kelas menengah dengan meluncurkan tiga seri Zenfone sekaligus. Mereka adalah Zenfone 4, Zenfone 5 dan Zenfone 6. Ketiga ponsel tersebut mengusung prosesor buatan Intel, Atom. …

  • AEKI: Tiongkok Pasar Kopi Potensial Bagi Indonesia

    Antara

    Jakarta (Antara) - Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) menyatakan Tiongkok merupakan pasar potensial ekspor biji kopi Indonesia dengan perkiraan rata-rata pertumbuhan per tahun mencapai 20 persen. "Dalam waktu lima hingga 10 tahun medatang, Tiongkok akan menjadi pasar strategis bagi Indonesia, kita akan terus perhatikan karena memang potensial untuk masa mendatang," kata Ketua Umum AEKI, Irfan Anwar, saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Selasa. ... …

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto, mengatakan kebijakan Gubernur Jakarta Joko Widodo untuk membatasi penggunaan kendaraan pribadi di Ibu Kota berdasarkan pelat nomor ganjil dan genap bisa jadi pedang bermata dua untuk industri otomotif.

"Kebijakan ini bisa mendongkrak, bisa juga menurunkan penjualan di industri otomotif," kata Jongkie kepada Tempo, Senin, 10 Desember 2012.

Menurut dia, dampak positif buat industri bisa dirasakan jika kebijakan ini mendorong masyarakat kelas menengah atas untuk membeli mobil baru dengan nomor pelat baru. Tujuannya, apalagi kalau bukan agar mereka bisa bergantian memakai mobil berpelat nomor ganjil dan genap. Dampak positif ini bukan tak mungkin jadi kenyataan karena sejumlah pabrik sedang bersiap merilis mobil baru dengan harga Rp 100 juta saja, pada 2013 nanti.

Jika ini terjadi, tentu saja, penjualan beberapa produsen otomotif akan meningkat. Meski begitu, Gaikindo belum mau merevisi target penjualan tahun depan dengan adanya kebijakan pelat mobil ganjil dan genap ini. "Peraturannya saja belum keluar resminya seperti apa. Jadi kami tak mau berspekulasi," kata Jongkie. Setelah sukses tahun ini, industri otomotif memasang target total penjualan 1,2 juta unit mobil pada tahun depan.

Di sisi lain, Jongkie mewanti-wanti, kebijakan Jokowi ini bukan tidak mungkin justru merugikan industri otomotif. Setelah diterapkan, kata dia, mungkin saja warga justru mengurungkan niat membeli mobil. "Jadi begitu diperketat, orang merasa beli mobil percuma karena beli mobil tidak bisa jalan," katanya.

Dihubungi terpisah, pengamat otomotif, Suhari Sargo, menilai kebijakan pembatasan mobil tidak akan mendongkrak penjualan industri otomotif. Menurut dia, jumlah warga kelas atas yang membeli mobil lagi tidak akan banyak.

ANANDA TERESIA

Berita Terpopuler:

Bupati Aceng Nikahi Shinta, Pestanya Meriah

Gaya Mewah Djoko Susilo, Nunun, dan Miranda

Kemenangan Zaki Ubah Peta Politik Keluarga Atut

Mubarok Akui Partai Demokrat Semrawut

Sutan Bhatoegana: Lepas dari Hambalang, Anas Melejit

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...