Jokowi Beberkan Kriteria Pasien COVID-19 Dirawat di RS dan Isoman

·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden Jokowi menyampaikan sejumlah kriteria bagi pasien COVID-19 yang sebaiknya mendapatkan perawatan berdasarkan gejalanya. Presiden membagi kriteria itu yang kemudian disampaikan lewat akun media sosial Twitter dan Instagram resminya.

"Apakah semua yang dinyatakan positif COVID-19 harus dirawat di rumah sakit? Tidak semuanya," kata Jokowi dikutip lewat akun media sosial Instagram @jokowi, Kamis 8 Juli 2021.

Kata Jokowi, ada kriteria yang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit atau mendapatkan perawatan dengan isolasi mandiri (isoman)

Pertama, pasien tanpa gejala. Dengan kondisi pasien yang seperti ini dianggap masih tidak perlu dirawat di rumah sakit. Pasien hanya diminta isolasi di rumah atau dirawat di fasilitas isolasi milik pemerintah.

Adapun gejala-gejala bisa dilihat dari frekuensi napas sebanyak 12-20 per menit dengan saturasi harus dipastikan di atas 94 persen.

Terapi pun disarankan banyak mengkonsumsi vitamin C, D dan Zinc. "Lama perawatan 10 hari isolasi sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi," dituliskan dalam caption unggahan bentuk tabel itu.

Kriteria kedua adalah pasien ringan. Gejalanya berupa demam, batuk, sakit kepala, kehilangan indera penciuman serta pengecapan, pilek, bersin, mual, muntah dan diare.

Dalam unggahan Presiden, disarankan agar melakukan terapi berupa mengkonsumsi Oseltamivir, vitamin C, D dan Zinc.

"Lama Perawatan 10 hari isolasi sejak timbul gejala dan minimal 3 hari bebas gejala."

Untuk pasien ringan, juga disarankan menggunakan fasilitas isolasi milik pemerintah atau isolasi mandiri di rumah bagi yang memenuhi syarat.

Kemudian selanjutnya pasien kondisi sedang. Gejalanya demam, batuk, mudah lelah, sakit kepala, kehilangan indera penciuman dan pengecapan dan sama seperti gejala ringan pada umumnya.

Namun yang berbeda bila terjadi kemerahan pada kulit, frekuensi napas 20-30 kali per menit dan saturasi di bawah 94 persen. Obat atau vitamin yang dikonsumsi adalah Favipiravir, remdesivir 200mgIV, azitromisin, kortikosteroid, vitamin C, D, zinc.

Untuk pasien komorbid, harus juga dilakukan terapi O2 secara noninvasif dengan arus sedang sampai tinggi.

Lama perawatn 0 hari isolasi sejak timbul gejala dan minimal 3 hari bebas gejala. Untuk pasien sedang bisa dirawat di rumah sakit, rumah sakit lapangan, rumah sakit rujukan, rumah sakit darurat COVID-19, dan rumah sakit nonrujukan.

Untuk pasien berat, hampir sama gejalanya dengan pasien sedang. Tapi dalam kondisi tertentu atau kritis terjadi gagal napas, sepsi, syok sepsi dan multiorgan failures. Obat dan vitaminnya hampir sama dengan gejala sedang namun perlu intensif evaluasi dengan dokter penanggung jawab. Dan pengobatan bagi pasien komorbid, menggunakan HFNC atau ventilator dan terapi tambahan.

Lama perawatan sampai dinyatakan sembuh oleh dokter penanggung jawab dengan hasil PCR negatif dan hasil klinis membaik.

Presiden Jokowi menekankan untuk kategori pasien berat wajib dirawat di rumah sakit dengan penanganan ICU di rumah sakit rujukan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel