Jokowi Beri Langsung Santunan Rp50 Juta untuk Keluarga Korban Meninggal Kanjuruhan

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan langsung santunan Rp50 juta kepada keluarga korban jiwa dari tragedi Stadion Kanjuruhan. Santunan tersebut sebagai bentuk rasa empati Jokowi kepada korban.

"Untuk santunan korban insya Allah dalam waktu dua hari ke depan presiden akan mampir, akan menyerahkan sendiri bansos itu sebagai bentuk simpati dan empati serta perhatian pemerintah kepada korban pertandingan sepak bola di Kanjuruhan itu," kata Menko Polhukam Mahfud MD di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/10).

Kemungkinan, Jokowi akan bertolak ke Jawa Timur pada Kamis (5/10) untuk memberikan langsung santunan itu. Pemberian santunan dilakukan di Kota Malang atau Surabaya.

"Mungkin hari Kamis lah presiden akan ke sana, akan dikoordinasikan dan sampai saat ini masih tercatat 125 orang meninggal dunia dan itu masing-masing keluarganya akan diberi Rp50 juta dan akan diserahkan presiden sendiri di Jatim. Mungkin di Malang, mungkin di Surabaya, sedang disiapkan teknisnya," kata Mahfud.

Diberitakan, sebanyak 125 orang penonton laga Arema Malang vs Persebaya meninggal dunia setelah terjadi kericuhan berujung penembakan gas air mata di Stadion Kanjuruhan, Malang. Sebagai bentuk kepedulian, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan santunan pada korban.

"Presiden juga sebagai tanda belasungkawa meskipun tentu hilangnya nyawa tak bisa dinilai uang. Tapi Presiden berkenan untuk memberi santunan tiap korban jiwa itu sebesar Rp50 juta," kata Menko Polhukam, Mahfud MD, dalam jumpa pers bersama sejumlah menteri dan Panglima TNI di Kemenko Polhukam, Senin (3/10).

Tidak hanya Presiden, sambung Mahfud, santunan uang tunai juga diberikan pemerintah daerah dalam hal ini Gubernur Jawa Timur, wali kota hingga beberapa lembaga daerah.

"Kisaran antara Rp10 juta-Rp15 juta," katanya.

Mahfud juga menyampaikan duka cita mendalam dari Presiden. Menurutnya, santunan itu tanda hadirnya negara dalam peristiwa memilukan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Mahfud menyebut Presiden mengapresiasi kerja cepat pemerintah daerah dan pusat saat mengetahui insiden tersebut.

"Sekarang sudah teridentifikasi dan ditangani baik. Yang meninggal dan dirawat. Dan pembenahan secara fisik untuk dibersihkan Stadion Kanjuruhan," jelas Mahfud. [tin]