Jokowi Bertemu 5 Parpol Non Parlemen di Istana, Bahas Apa?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertemu dengan petinggi 5 partai non-parlemen di Istana Kepresidenan, Rabu (1/9/2021). Kelima partai itu antara lain Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Hanura, PKPI, Perindo, dan PBB.

Hal ini disampaikan oleh Plt Ketua Umum DPP PSI Giring Ganesha yang ikut dalam pertemuan itu. Dalam pertemuan itu, kata dia, Presiden Jokowi menyampaikan sejumlah capaian pemerintah terkait penanganan Covid-19.

"Yaitu, Indonesia tidak masuk 10 besar negara dengan kasus covid tertinggi padahal secara jumlah penduduk terbesar ke 4 di dunia, tergolong 7 besar di dunia dalam program vaksinasi, dan pengendalian inflasi di kisaran 1,5 persen," kata Giring dikutip dari siaran persnya, Rabu (1/9/2021).

Menurut dia, pemerintah telah mengambil langkah yang benar dalam menyeimbangkan aspek kesehatan dengan ekonomi. Giring menyadari bahwa tak mudah bagi pemerintah menjaga keseimbangan gas dan rem dalam menangani krisis kesehatan serta ekonomi akibat Covid-19.

"Kami mendukung kebijakan 'gas dan rem' pemerintah agar kesehatan tercapai, pertumbuhan ekonomi juga meningkat. Tidak mudah pasti. Tapi kita tidak perlu berkecil hati karena hal sulit ini dialami seluruh negara di dunia ini," jelasnya.

Giring menuturkan PSI juga menyampaikan aspirasi dari para pengusaha. Khususnya, pengusaha kecil yang berharap kebijakan PPKM yang diambil pemerintah bisa membantu mendorong agar dunia usaha bisa pulih dan bangkit kembali.

Dampak terhadap Pariwisata

Giring mengatakan dirinya sudah beberapa hari di Bali saat undangan dari Presiden Jokowi datang. Selama di Bali, lanjut dia, terlihat sekali dampak dari PPKM ini kepada ekonomi.

Legian, Kuta, Seminyak, dan beberapa tempat lain saat ini tutup total. Padahal, tempat-tempat tersebut dulunya sangat menggerakkan ekonomi pariwisata.

"Sepi, kosong seperti kota hantu. Dalam kesempatan ini saya membawa aspirasi dari warga Bali agar semoga karantina dari penerbangan internasional dilakukan di Bali, bukan di Jakarta. Agar occupancy dari puluhan ribu kamar hotel di sana dapat mulai terisi oleh turis-turis yang dikarantina," tutur Giring.

Giring menyebut Presiden Jokowi akan membahasnya usulan tersebut di sidang kabinet.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel