Jokowi Bicara Endemi: Masa Transisi 6 Bulan dan Usai Lebaran Kasus Covid Tak Naik

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia akan melakukan peralihan dari pandemi ke endemi. Tetapi, rencana itu bisa dilakukan bila tidak ada peningkatan kasus setelah libur Lebaran 2022.

"Ada masa transisi yang kita harus hati-hati. Saya tidak ingin kayak negara-negara lain, buka masker, enggak. Ini masih ada transisi, kira-kira 6 bulan," kata Jokowi meninjau Sirkuit Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Jakarta Utara, Senin (25/5).

Dia menjelaskan, setelah masa transisi ini, ada dilihat selama 6 bulan ke depan. Apakah sudah ada perbaikan ke arah lebih baik atau tidak. Jika menunjukkan perbaikan, nantinya masyarakat bisa membuka masker di luar ruangan. Tetapi tetap mengenakan masker di dalam ruangan.

"Kita lihat seperti apa, baru nanti silakan kalau di luar ruangan buka masker, kalau di dalam tetap masih pakai masker," bebernya.

Jokowi memastikan, proses peralihan menjadi endemi tidak perlu tergesa-gesa. Dia ingin rencana matang, sehingga tidak terulang pengalaman seperti kasus Delta dan Omicron.

"Ada tahapan-tahapan yang kita tidak perlu tergesa-gesa, karena apapun kita punya pengalaman. Saat Delta seperti apa, saat Omicron seperti apa, sehingga kehati-hatian, kewaspadaan tetap harus," pungkasnya.

Untuk diketahui Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Suharyanto, mengatakan pembahasan peralihan dari pandemi ke endemi dilakukan jika tidak ada peningkatan kasus setelah libur Idul Fitri 1443 H/Lebaran 2022.

Suharyanto mengatakan, pihaknya harus berhati-hati dan waspada, lantaran banyak faktor yang harus dipertimbangkan untuk memutuskan hal tersebut, meski sudah banyak kalangan yang membicarakannya.

"Kita harus tetap hati-hati dan waspada, banyak faktor tentu saja juga tidak bisa diputuskan oleh Satgas, nanti sambil berjalan melihat bagaimana perkembangan ke depan," kata Suharyanto dilansir Antara, Selasa (5/4).

Suharyanto berharap setelah Lebaran 2022 kondisi kasus COVID-19 tidak seperti setelah liburan panjang sebelumnya. Di mana terjadi peningkatan kasus secara signifikan, yang diperparah dengan adanya varian baru.

"Apabila tetap landai, tidak terjadi peningkatan kasus yang signifikan, mungkin akan berpikir untuk beralih status pandemi menjadi endemi," kata dia.

Suharyanto mengatakan pada mudik Lebaran 2022 memang tidak ada penyekatan penyekatan oleh unsur keamanan, tetapi akan ada random sampling, dan pos pelayanan untuk mengecek status PeduliLindungi.

Nantinya didirikan tempat-tempat untuk melaksanakan vaksinasi untuk masyarakat yang mudik sehingga kebutuhannya dapat terlayani. [lia]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel