Jokowi Bicara Lagi Soal Tol Langit, Apa Untungnya Buat RI?

Dusep Malik, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Jokowi berbicara mengenai kerja keras pemerintah selama lima tahun belakangan membangun infrastruktur konektivitas. Bukan hanya sekadar fisik, seperti jalan tol, program tol laut, bandara dan pelabuhan, tapi pemerintah juga menyasar infrastruktur di sektor telekomunikasi atau disebutnya tol langit.

Istilah tol langit sempat heboh sewaktu Jokowi kampanye di Pemilihan Presiden 2019 yang saat itu maju bersama dengan pasangannya saat ini Ma'ruf Amin.

"Kita juga membangun konektivitas digital yang menghubungkan seluruh pelosok nusantara melalui tol langit," kata Jokowi dalam sambutannya pada acara program konektivitas digital Indonesia di Istana Merdeka, Jumat 26 Februari 2021.

Bila mengacu istilah tol langit, baik Jokowi dan Ma'ruf Amin memang mangacu pada proyek Palapa Ring, infrastruktur telekomunikasi jaringan serat optik yang disebut bakal tersambung dari Sabang-Merauke.

Menurut Jokowi, keberadaan tol langit, bukan semata-mata kepentingan ekonomi. Jauh dari itu, kata Presiden, punya pengaruh terhadap pelayanan dasar masyarakat.

"Ini juga untuk merangkai negara kita yang sangat besar ini, yang berpulau-pulau untuk mempercepat pelayanan pendidikan, untuk mempercepat pelayanan kesehatan, untuk mendukung sinergi budaya nusantara, dan tentu saja untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan kita sebagai sebuah bangsa besar," kata Kepala Negara.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga bicara mengenai rencana-rencana pemerintah tentang masa depan digitalisasi Indonesia. Ke depan, pemerintah sudah menyiapkan pelatihan IT dengan penamaan akademi yakni Digital Talent Scholarship.

Tak hanya itu, Jokowi juga terus mendorong penyediaan kapasitas satelit multifungsi pemerintah, SATRIA, embangunan menara-menara BTS, mengkampanyekan secara masif gerakan nasional literasi digital.

"Transformasi digital adalah win-win solution bagi semua pihak. Saya berharap agar program konektivitas digital 2021 menjadi momentum penting yang bisa menghubungkan bangsa Indonesia dengan teknologi baru, dengan pola pikir baru, dengan mindset baru, dengan kesempatan bisnis blobal baru, dan dengan masa depan baru menuju Indonesia maju," tuturnya.