Jokowi Bisa Ajak Timur Tengah Tekan Israel Setop Agresi ke Palestina

·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengutuk serangan Israel yang telah menyebabkan jatuhnya ratusan korban jiwa. Sehingga, Jokowi secara tegas meminta agresi yang dilakukan Israel ke Palestina segera dihentikan.

Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia (UI), Mulawarman Hannase menilai sikap yang diambil Presiden Jokowi sudah tepat meminta supaya agresi yang dilakukan Israel kepada Palestina untuk dihentikan. Bahkan, Jokowi bisa menjadi inisiator menggandeng negara sahabat untuk menekan Israel hentikan agresi ke Palestina.

“Pemerintahan Jokowi melalui kedekatannya dengan negara Arab dan Timur Tengah harus menginisiasi mereka untuk sama-sama menekan Israel menghentikan agresinya dengan alasan kemanusiaan,” kata Mulawarman saat dihubungi pada Kamis, 20 Mei 2021.

Menurut dia, ada tiga hal yang menjadi dasar mengapa Pemerintah Indonesia harus memiliki komitmen dalam mengecam dan mendesak diakhirinya agresi militer Israel di Jalur Gaza yang mengakibatkan jatuhnya ratusan korban jiwa.

Pertama, kata dia, alasan kemanusiaan atau ukhuwwah basyariyyah. Menurut dia, konstitusi secara jelas menentang segala bentuk penindasan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Saat ini, bisa dilihat di Jalur Gaza, penderitaan warga begitu memilukan.

“Atas dasar ini, pemerintah harus ambil bagian dalam mengakhiri krisis kemanusiaan,” ujar Dosen Kajian Strategi dan Global UI ini.

Ia mengatakan alasan kedua itu historis, dimana Indonesia dan Palestina memiliki sejarah hubungan yang baik, setidaknya sama-sama pernah berjuang sejak awal abad ini dalam melawan kolonialisme dan imperialisme.

“Sejak awal, para tokoh pendiri bangsa selalu berdiri di belakang Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaannya. Sebut saja Sukarno, Hatta, Wahid Hasyim, Agus Salim sangat getol membela hak-hak Palestina di dunia internasional. Fakta sejarah ini harus diwarisi oleh tokoh bangsa dan pemimpin bangsa Indonesia sekarang,” jelas dia.

Kemudian, Mulawarman mengatakan alasan primordialisme ini tidak bisa dipungkiri bahwa masyarakat Indonesia mayoritas beragama Islam. Al-Quds/Jerusalem merupakan salah satu kota suci yang sangat dihormati oleh umat Islam.

“Tentunya, masyakat dan pemerintah Indonesia tidak boleh membiarkan adanya pelanggaran hak-hak kesucian wilayah ini,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi terus memantau perkembangan situasi di Palestina, karena sudah menjadi salah satu isu global. Bahkan, Jokowi beberapa hari terakhir intens melakukan komunikasi dengan sejumlah pemimpin dunia.

"Dalam beberapa hari terakhir ini, saya telah berbicara dengan Presiden Turki, Yang Dipertuan Agong Malaysia, PM Singapura, Presiden Afghanistan, Sultan Brunei Darrusalam, dan PM Malaysia," ujarnya.

Baca juga: Indonesia Akan Serukan Gencatan Senjata di Gaza dalam Debat PBB