Jokowi Cerita Berjuang Dapat Vaksin, Diperebutkan Ratusan Negara

Ezra Sihite, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Jokowi menyatakan dia bersyukur bahwasanya Indonesia dipenuhi komitmen untuk mendapatkan vaksin COVID-19 hingga 426 juta dosis. Presiden menjelaskan bahwa memperoleh vaksin dari para produsen perusahaan farmasi bukan sebuah persoalan mudah.

"Vaksin ini produsennya tidak banyak tapi direbutkan 215 negara. Sekarang ini yang baru bisa berjalan vaksinasinya kira-kira 42 negara," kata Jokowi dalam sambutannya pada pembukaan Musyawarah Nasional VI Asosiasi Pemerintah Kota seluruh Indonesia dari Istana Negara, Jakarta, Kamis 11 Februari 2021.

Jokowi melanjutkan, upaya mendapatkan vaksin dilakukan dengan berbagai cara.

Sementara dalam catatan VIVA, beberapa pembantu Presiden Jokowi dalam hal ini pejabat setingkat menteri bahkan sampai mengunjungi beberapa negara untuk memastikan cairan anti-bodi itu dibeli Indonesia. Saat ini perusahaan farmasi dari sejumlah negara seperti China, Inggris dan Amerika sudah menyatakan komitmen mereka untuk pengadaan vaksin dan pengirimannya ke Indonesia. Yang sudah masuk dalam beberapa tahap yaitu vaksin Sinovac asal China.

"Ini alhamdulillah karena memang sejak awal, sejak Agustus kita sudah mulai pendekatan dengan produsen-produsen vaksin," kata Kepala Negara.

Jokowi pun meminta jajarannya di bawah untuk menyiapkan segala sesuatunya terkait persiapan vaksin yang sudah berjalan. Ia mengingatkan lagi soal manajemen di lapangan. Penerima vaksin harus tepat sasaran, tepat target dan jangan sampai meleset, kata Jokowi mengingatkan.

"Mungkin di puskesmas silakan melakukan tetapi harus ada yang dalam bentuk massal. Kumpulkan misalnya di GOR, kumpulkan di balai kota dan dalam jumlah banyak. Sehingga harian ini kita bisa melakukan suntikan vaksin dalam jumlah yang banyak. Sehingga tercapai herd immunity," ujar Presiden Jokowi.