Jokowi Colek Preman Priok, Polisi Amankan Uang Pungli Rp2,5 Juta

·Bacaan 2 menit

VIVA – Dalam penangkapan 31 preman terkait dugaan pungutan liar di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, polisi menyita barang bukti uang diduga hasil pungli. Barang bukti ini didapat dari tiga lokasi pungli berbeda.

"Kami menyita beberapa barang bukti uang," kata Wakapolres Metro Jakarta Utara, Ajun Komisaris Besar Polisi Nasriadi kepada wartawan, Jumat 11 Juni 2021.

Untuk barang bukti yang disita pihaknya di dua lokasi yaitu di Depo PT Greeting Fortune Container (GFC) dan Depo PT Dwipa Kharisma Mitra Jakarta polisi menyita Rp1.266.000. Di mana pada lokasi pertama Rp602.000, di lokasi kedua Rp664.000.

Selain itu, polisi juga menyita barang bukti lain yaitu sepuluh unit Handy Talky, sebelas unit telepon genggam, dan berbagai lembaran keluar-masuk Pelabuhan.

"Satu lembar surat penyerahan peti kemas, surat persetujuan pengeluaran barang, tiga lembar bon bongkar, dua lembar delivery order, dan lembar bon Tila (bukti keluar kontainer dari pelabuhan)," katanya.

Sementara itu, untuk barang bukti uang yang didapat dari penangkapan di kawasan PT JICT, Pelabuhan Tanjung Priok ada sebanyak Rp1.287.000.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Ajun Komisaris Besar Polisi Putu Kholis menambahkan, pihaknya juga menyita barang bukti lain seperti tujuh unit HP, lima botol air mineral kosong untuk tempat uang, dan delapan kantung plastik untuk tempat uang.

"Uang sejumlah Rp1.287.000 dengan pecahan Rp20.000, Rp10.000, dan Rp5.000," katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi bertemu sejumlah sopir kontainer untuk mendengar langsung keluhan yang mereka alami, terutama soal pungli.

Sopir bernama Agung Kurniawan (38 tahun) warga asal Ngawi mengadukan kepada Presiden tentang maraknya pungli menimpa di depo pelabuhan.

Depo adalah tempat meletakkan kontainer yang sudah dipakai atau mengambil kontainer yang akan dipakai shipping line. Hal itu dikonfirmasi pula oleh rekan Agung bernama Abdul Hakim.

Abdul mengatakan kemacetan menambah leluasa pergerakan para preman tersebut dalam menjalankan aksinya memalak supir kontainer.

Mendengar keluhan itu, Presiden Jokowi langsung menelpon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar masalah itu segera dituntaskan.