Jokowi dan Bayang-Bayang Reshufle Menteri di Rabu Pon

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Isu Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan melakukan reshuffle (perombakan) kabinet kembali mengemuka. Jokowi sendiri sudah lama mengancam akan melakukan reshuffle kabinet di tengah pandemi Covid-19.

Kala itu, dalam sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis 18 Juni 2020, Jokowi geram kepada para menterinya lantaran kinerja mereka di masa krisis biasa-biasa saja.

Namun, hingga kini, belum ada langkah eksekusi dari Jokowi merombak kabinet. Istana saat itu mengklaim kinerja menteri sudah mulai membaik setelah ditegur Jokowi sehingga reshuffle tak lagi dibutuhkan. Selang beberapa bulan, dua menteri Jokowi justru menjadi tersangka korupsi.

Adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo terjerat operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ada lagi, Menteri Sosial Juliari Batubara menjadi tersangka dugaan suap bantuan sosial (bansos). Adapun Edhy merupakan kader Partai Gerindra sementara Juliari merupakan rekan separtai Jokowi di PDI Perjuangan.

Kosongnya dua kursi menteri ini membuat isu reshuffle kabinet kembali mencuat. Terlebih, Jokowi sendiri sangat fokus terhadap realiasasi anggaran untuk bansos. Sejumlah nama potensial disebut-sebut akan mengisi dua posisi tersebut.

Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah menyebut empat nama kader PDIP yang dinilai mumpuni untuk menempati kursi Menteri Sosial. Salah satunya, Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

"Nama-nama seperti Tri Rismaharini, Djarot Saiful Hidayat, Eriko Sotarduga Sitorus, Sukur Nababan dan Komarudin Watubun saya nilai sebagai figur yang potensial menjadi Mensos," ujar Basarah, Sabtu 19 Desember 2020.

Risma mengaku menunggu titah dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait tawaran untuk menjadi Mensos. Kendati begitu, sejatinya, Risma siap menggantikan Juliari jika diperintahkan Megawati.

"Siapa pun yang ngomong, kalau saya mendapat perintah Bu Mega. Bu Risma kamu jalani, aku baru jalan," kata Risma, Rabu 16 Desember 2020.

Sementara itu, nama-nama kader Gerindra yang dikabarkan segera menggantikan posisi Edhy Prabowo sebagai Menteri KKP antara lain, Sandiaga Uno, Sufmi Dasco, Fadil Zon dan Ahmad Muzani. Sufmi Dasco mengatakan tak menguasai bidang Kelautan dan Perikanan sehingga tak mungkin dirinya menggantikan posisi Edhy.

"Saya tidak menguasai bidang kelautan dan perikanan tersebut. Sehingga tidak mungkin saya menjalankan sesuatu yang tidak dikuasai dengan baik," ucap Dasco kepada wartawan, Rabu 16 Desember 2020.

Menurut dia, di internal Gerindra juga tidak ada pembahasan terkait pengganti Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Edhy menuturkan Gerindra tidak mengusulkan nama pengganti Menteri KKP kepada Jokowi.

Dua Kali Reshuffle di Rabu Pon

Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Rapat kabinet paripurna perdana tersebut  mendengarkan arahan Presiden dan membahas anggaran pendapatan dan  belanja negara tahun 2020. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Rapat kabinet paripurna perdana tersebut mendengarkan arahan Presiden dan membahas anggaran pendapatan dan belanja negara tahun 2020. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Belajar dari jejak sebelumnya, Jokowi yang merupakan orang Jawa tulen kerap melakukan reshuffle pada Rabu antara Pon atau Pahing. Reshuffle pertama kali terjadi pada Rabu 12 Agustus 2015, sebelum kabinet periode pertamanya berusia setahun. Berdasarkan penanggalan Jawa, tanggal tersebut adalah Rabu Pon.

Dalam reshuffle pertama ini, ada enam menteri yang diganti. Tiga diantaranya yakni, Luhut Binsar Pandjaitan menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno sebagai Menko Polhukam, Darmin Nasution menggantikan menggantikan Sofyan Djalil sebagai Menko Perekonomian, dan Rizal Ramli menggantikan Indroyono Soesilo sebagai Menko Kemaritiman.

Setahun setelah reshuffle jilid I berjalan, Jokowi kembali merombak Kabinet Kerja besar-besaran. Tak tanggung-tanggung, ada 12 menteri dibongkar pasang. Saat itu, Jokowi memasukkan kader Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional ke jajaran Kabinet Kerja. Kedua partai yang dulunya adalah anggota Koalisi Merah Putih (KMP) masing-masing mendapat 1 kursi menteri.

Demi mencarikan slot untuk kader Golkar dan PAN, Jokowi mendepak menteri dari Partai Hanura, Menteri Perinduatrian Saleh Husin diganti politikus Golkar Airlangga Hartarto. Lalu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi, dan Birokrasi Yudy Chrisnandi yang digeser oleh politikus PAN, Asman Abnur.

Jokowi juga memasukkan Sri Mulyani Indrawati yang sedang menjabat Direktur Bank Dunia ke kabinet sebagai Menteri Keuangan. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mendepak Anies Baswedan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Para menteri yang masuk kabinet pada reshuffle jilid II ini dilantik pada 27 Juli 2016, yang mana merupakan Rabu Pon.

Reshuffle Kabinet Kerja masih berlanjut. Jokowi secara resmi mengumumkan komposisi Kabinet Kerja Jilid III pada 17 Januari 2018. Perombakan kabinet lagi-lagi terjadi pada hari Rabu, namun berdasarkan tanggal Jawa, kali ini jatuh pada pasaran Pahing.

Selanjutnya, susunan kabinet kerja kembali dirombak Jokowi pada Rabu Pahing, 15 Agustus 2018. Saat itu, yang diganti adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang saat itu dijabat Asman Abnur. Posisi Asman kemudian diisi oleh Syafruddin yang saat itu menjabat Wakapolri.

Rabu Pon terdekat yakni jatuh pada 23 Desember 2020. Akan kah reshufle kembali terjadi di Rabu Pon pekan ini? Pastinya, soal reshuffle, wewenang dan segala keputusan sepenuhnya ada di tangan Jokowi.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: