Jokowi dan Ma'ruf Sudah Sebulan Tak Bertemu, Ini Alasannya

Merdeka.com - Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pagi tadi sebelum bertolak ke Solo, Jawa Tengah. Sudah sebulan lebih, Ma'ruf tidak bertemu atasannya karena kepadatan agenda masing-masing.

"Menjelang keberangkatan Pak Jokowi di bandara bertemu dengan Wakil Presiden Kiai Ma'ruf Amin. Pertemuan itu karena memang ternyata dengan berbagai kesibukan, baik kesibukan presiden atau kesibukan wakil presiden itu, sehingga sebulan lebih antara presiden dan wakil presiden tidak ketemu," kata Jubir Wapres Masduki Baidlowi di Solo, Jawa Tengah, Senin (21/11).

Masduki menegaskan, pertemuan antara Jokowi dan Ma'ruf menepis anggapan bahwa hubungan keduanya berjarak. Dia membantah Jokowi dan Ma'ruf tidak seirama.

"Yang penting adalah banyak isu-isu yang seakan-akan antara presiden dan wakil presiden itu seperti terpisah gitu, ketika tidak hadir ke KTT misalnya diisukan macam-macam, ada yang goreng-goreng," ucapnya.

"Maka pertemuan ini menjadi sangat penting untuk menyatakan seluruh gorengan yang macam-macam itu tidak benar, itu yang penting. bahwa yang namanya presiden dan wakil presiden satu irama, satu jalan, tidak ada pertentangan apapun," jelas Masduki.

Masduki menjelaskan, Presiden Jokowi sebelumnya sibuk persiapan KTT G20 dan sempat mengunjungi Asia Tenggara. Sedangkan, Wapres Ma'ruf sibuk menghadiri undangan ke Timur Tengah.

"Sebagaimana kita ketahui bahwa wakil presiden mendapat limpahan tugas dari presiden datang ke Sharm El-Sheikh Mesir untuk KTT COP 27 dan sebelumnya juga di Uni Emirat Arab sehingga terjadi kesibukan," kata dia.

"Maka tadi ketika presiden dan wakil presiden ada di dalam satu kota, disempatkan untuk bertemu untuk berbicara beberapa hal," sambung Masduki.

Dia mengungkapkan, Ma'ruf melapor kepada Jokowi mengenai rencananya akan berkunjung ke Papua. Ma'ruf akan bertolak ke Bumi Cendrawasih selama sepekan dan ditemani sejumlah menteri kabinet kerja.

"Jadi wakil presiden sebagai penanggungjawab urusan Papua melapor kepada presiden Jokowi apa saja yang akan dilakukan oleh wakil presiden ketika akan berkunjung ke Papua," kata dia.

"Termasuk juga akan membawa sejumlah menteri walaupun mungkin menteri-menteri itu tidak akan berkunjung full tetapi wakil presiden akan berkunjung selama seminggu slema di papua di beberapa titik yang memang setelah ada DOB (daerah otonomi baru)," ungkapnya.

Berikutnya, Ma'ruf melaporkan terkait kunjungannya ke Mesir. Dia mengatakan, mahasiswa Indonesia di Negeri Piramida itu kekurangan asrama.

"Disana kekurangan asrama, maka kemudian wakil presiden menyanggupi ketika dialog dengan para mahasiswa itu untuk disampaikan kepada presiden Jokowi. Bahkan nanti kalau itu disetujui pembangunan asrama itu akan diberi nama asrama Bapak Jokowi," kata Masduki.

Selain itu, Ma’ruf melaporkan bahwa ia menerima semacam penghargaan perdamaian saat di Abu Dhabi. Ia mewakili Jokowi menerima penghargaan tersebut.

"Sebenarnya yang menerima itu adalah Presiden Jokowi waktu di Abu Dhabi, tetapi diwakilkan oleh wakil presiden shingga dilaporkan tadi," ucapnya. [rnd]