Jokowi: Dari 220 Negara, Peringkat Vaksinasi Kita Nggak Jelek-Jelek Amat

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, jumlah penerima vaksinasi COVID-19 di Indonesia terus meningkat. Jika dinilai dari jumlah orang yang divaksinasi, Indonesia tak kalah dengan negara-negara maju.

"Peringkat vaksinasi dari 220 negara, peringkat kita nggak jelek-jelek amat si. Kalau dari jumlah orang yang divaksinasi, kita sudah nomor 4. Nomor satu, India, Amerika, Brasil, dan Indonesia," kata Jokowi dalam pertemuan dengan pimpinan partai koalisi yang ditayangkan secara langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (28/8/2021).

Sementara jika berdasarkan total suntikan pun, lanjut Jokowi, saat ini pemerintah telah menyuntikkan vaksin COVID-19 sebanyak 91,9 juta dosis. "Nggak kalah dengan Jerman, Jepang, Brasil, Amerika, India dan RRT (Republik Rakyat Tiongkok)."

Vaksinasi COVID-19 tembus 300 juta suntikan

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memerkirakan vaksinasi COVID-19 tembus 300 juta suntikan dosis pertama pada akhir 2021. Hal ini diperhitungkan dari laju kecepatan vaksinasi seiring dengan semakin banyak pasokan vaksin yang tersedia.

"Perkiraan kami di akhir tahun, mungkin bisa mencapai di angka sekitar 300 jutaan suntikan (dosis 1). Selanjutnya, bergerak di angka 400 juta, sesudah ditambah target anak-anak usia 12-17, yang mana kita bisa selesaikan sekitar Januari atau Februari 2022," ujar Budi saat rapat bersama anggota DPR RI pada Rabu, 25 Agustus 2021.

Program vaksinasi nasional sejak 13 Januari 2021 terus berjalan demi mengejar target 208 juta populasi Indonesia. Target dalam jangka dekat sudah ada 100 juta suntikan hingga akhir 2021.

Infografis Jangan Jenuh 6M Meski Sudah Vaksinasi

Infografis Jangan Jenuh 6M Meski Sudah Vaksinasi (Liputan6.com/Niman)
Infografis Jangan Jenuh 6M Meski Sudah Vaksinasi (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel