Jokowi Desain Borobudur Jadi Kawasan Wisata Eksklusif di 2021

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pemerintah akan mempercepat revitalisasi Borobudur sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas. Revitalisasi tersebut ditargetkan tuntas pada pertengahan 2021.

Basuki melaporkan, memang ada keterlambatan dalam lelang proyek penataan Borobudur. Namun, ia berkomitmen untuk mengebut pengerjaan proyek di sisa 2 bulan terakhir 2020 ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun turun tangan dalam proses desain kawasan di sekitar candi. Menurut Basuki, keterlibatan RI 1 tersebut akan mengantarkan Borobudur menjadi kawasan wisata ekslusif.

"Jadi Ini desainnya disentuh langsung oleh Bapak Presiden. Kita hantarkan masuk ke Borobudur dengan sentuhan-sentuhan desain ternama warga kita sendiri, untuk bisa mengantarkan Kawasan Borobudur jadi kawasan eksklusif," ujarnya, Jumat (13/11/2020).

Namun, ia menegaskan, Borobudur sebagai kawasan ekslusif bukan berarti jadi tempat wisata hanya untuk orang-orang tertentu saja. Melainkan jadi destinasi yang baik untuk dikunjungi sebagai kawasan wisata dan edukasi.

"Apa yang kami maksudkan di sini, koridor ini disentuh langsung oleh bapak Presiden untuk diperlebar. Supaya kita bisa melihat Borobudur ini jadi lebih jelas," kata Menteri Basuki.

Proses pengerjaan tidak hanya di lakukan di sekitar kawasan candi. Menteri Basuki mengutarakan, kawasan di sekitar destinasi wisata juga akan turut dibenahi. Meliputi pelebaran jalan dan trotoar hingga renovasi rumah warga untuk dijadikan homestay.

"Trotoarnya akan dilebarkan minimal 2 meter, kalau bisa lebih. Jadi akan bisa merubah wajah kawasan Borobudur. Kalau 1,5 meter pasti enggak akan ada perubahannya," ungkap dia.

"Homestay-homestay juga akan kita perbaiki. Jadi memang kita totally akan menyentuh kawasan ini sehingga ini jadi akan kawasan yang lebih baik," tegas Menteri Basuki.

377 Rumah di Kawasan Candi Borobudur Disulap Jadi Homestay

Pengelola Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko menyiapkan protokol kesehatan yang ketat bagi wisatawan yang berkunjung pada masa uji coba pembukaan wisata candi tersebut mulai Rabu, 1 Juli 2020. (Liputan6.com/ Kemenparekraf)
Pengelola Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko menyiapkan protokol kesehatan yang ketat bagi wisatawan yang berkunjung pada masa uji coba pembukaan wisata candi tersebut mulai Rabu, 1 Juli 2020. (Liputan6.com/ Kemenparekraf)

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperbaiki kualitas rumah untuk pengembangan usaha pondok wisata (homestay) dan usaha pariwisata lainnya di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Candi Borobudur.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur merupakan salah satu prioritas dalam penataan KSPN. Pembangunan infrastruktur pada setiap Bali Baru ini juga direncanakan secara terpadu, baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, hingga sanitasi.

"Untuk pariwisata, pertama yang harus diperbaiki infrastrukturnya, kemudian amenities (fasilitas) dan event, baru promosi besar-besaran. Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita jaga betul. Prinsipnya adalah merubah wajah kawasan dilakukan dengan cepat, terpadu, dan memberikan dampak bagi ekonomi lokal dan nasional," imbuh Menteri Basuki, Kamis (5/11/2020).

Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa III Daerah Istimewa Yogyakarta, Ditjen Perumahan Kementerian PUPR pada 2020 telah mengalokasikan peningkatan kualitas rumah untuk pengembangan usaha pondok wisata (homestay) dan usaha pariwisata lainnya di kawasan Candi Borobudur melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Alokasi dana untuk program yang dikenal dengan sebutan bedah rumah ini terdiri dari dua jenis, yakni sebesar Rp 43,35 miliar untuk perbaikan dan pengembangan rumah yang memiliki fungsi usaha, dan Rp 12,25 miliar untuk untuk perbaikan dan pengembangan rumah tanpa fungsi usaha.

Program BSPS di KSPN Candi Borobudur tersebut dialokasikan untuk peningkatan kualitas rumah dengan fungsi homestay dan usaha pariwisata lainnya sebanyak 377 unit, serta peningkatan kualitas rumah tanpa fungsi usaha di koridor sebanyak 350 unit yang tersebar di 15 desa/kelurahan.

Saksikan video pilihan di bawah ini: