Jokowi Diajak PM Inggris Boris Johnson Raih Emisi Nol Karbon di 2050

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, London - Presiden Joko Widodo berbincang dengan Perdama Menteri Inggris Boris Johnson untuk menyambut acara iklim COP26 pekan depan di Glasgow. Rencananya, Jokowi akan ikut hadir di acara.

Berdasarkan laporan situs gov.uk, kedua pemimpin berbincang pada Senin kemarin (25/10). Indonesia berkomitmen agar mencapai zero emisi pada 2060 mendatang.

Namun, PM Boris Johnson meminta Jokowi agar memajukan target itu menjadi 2050 saja.

Topik lain yang turut dibahas adalah progres untuk mengakhiri deforestasi dan penggunaan batu bara agar membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat.

COP26 adalah ajang internasional yang membahas isu iklim dunia. Tahun ini, Inggris menjadi tuan rumah dan menunjukkan diri sebagai pemimpin dalam hal iklim, teruama karena berhasil menumbuhkan ekonomi sembari mengurangi emisi sebanyak 44 persen selama 1990 dan 2019.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Hubungan Bilateral

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) secara resmi meluncurkan logo baru dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang dipimpin Menteri BUMN Erick Thohir.
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) secara resmi meluncurkan logo baru dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang dipimpin Menteri BUMN Erick Thohir.

PM Johnson dan Presiden Jokowi juga membahas isu-isu bilateral dan kemitraan selain di isu iklim.

Inggris menyebut kolaborasi dengan Indonesia melingkupi di bidang pertahanan, dagang, serta edukasi dan sains.

"PM mengungkap harapannya pada UK-Indonesia Joint Economic and Trade Committee mendatang yang akan menjadi peluang untuk memperluas hubungan dagang kita lebih jauh," tulis pemerintah Inggris.

Jokowi dan Johnson rencananya akan bertatap muka di G20 dan Glasgow.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel