Jokowi Diminta Menyamar Saat Blusukan

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mungkin sudah biasa blusukan saat melakukan sidak ke instansi pemda atau menemui warga. Tapi pernahkan dia menyamar saat blusukan?

Rupanya gaya blusukan macam ini dinanti oleh pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia, Effendi Ghozali. "Kita menunggu Jokowi blusukan dengan menyamar," kata Effendi saat acara peluncuran buku karya Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Suhardi Alius di Jakarta, Senin, 11 Maret 2013.

Effendi membandingkan cara blusukan Jokowi dan Suhardi. Sebelumnya, Suhardi menceritakan saat menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, dia sering menyamar untuk memantau bawahannya. Tiap malam, dia menyambangi dua Polres dengan mengenakan celana pendek dan sandal jepit untuk melaporkan penipuan palsu. Ada yang menolak dan ada pula yang menerimanya.

Dari penyamaran itu Suhardi jadi tahu bagaimana bawahannya menangani laporan masyarakat. Menurut dia, cara penanganan itu penting karena mempengaruhi kualitas pelayanan kepolisian. "Karena 80 persen pelayanan ada di bintara, sedangkan bintara ada di lapangan. Jadi kualitas ditentukan di lapangan," kata dia menjelaskan.

Effendi pun menganjurkan Jokowi meniru gaya Suhardi ini. "Saya yakin kisahnya lebih seru," kata dia.

NUR ALFIYAH

Berita Lain:

Bibit Waluyo Sindir Jokowi

Jurus Jokowi Ajak RS Gabung Jakarta Sehat

Bolos Sehari, Tunjangan PNS DKI Dikurangi 5 Persen

Jokowi: Bayangkan Jika Tak Ada Jakarta Sehat

Begini Cara Jokowi Lepaskan Diri dari Hercules

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.