Jokowi Diprediksi Akan Lakukan Reshuffle Kabinet di Bulan Oktober

·Bacaan 1 menit
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan merombak (reshuffle) kembali jajaran kabinet kerjanya. Lalu siapakah yang diganti dan masih bertahan? (Foto: Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengatakan, hingga saat ini belum mendapatkan kabar Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan melakukan reshuffle kabinet.

Namun, dia memprediksi reshuffle kabinet akan dilakukan bulan Oktober 2021.

"Kode alamnya belum terbaca. Prediksi saya akan dilakukan bulan oktober," kata Jazilul kepada Merdeka.com, Minggu(26/9/2021).

Menurutnya, jika reshuffle kabinet dilakukan, seharusnya menunggu PPKM selesai sehingga para menteri bisa maksimal.

"Hemat saya, agar PPKM dicabut total dan kembali bekerja normal dan maksimal, termasuk merombak performa kabinet kerja," jelas Jazilul.

Jubir Jokowi

Juru Bicara (Jubir) Presiden, Fadjroel Rachman membantah kabar yang menyebut bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan melalukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat.

Menurut dia, baik Jokowi maupun para menteri saat ini fokus menangani pandemi Covid-19.

"Reshuffle hak prerogatif presiden. Presiden dan menteri-menteri fokus menangani Covid-19," kata Fadjroel saat dikonfirmasi Liputan6.com, Rabu (8/9/2021).

Hal yang sama juga disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Faldo Maldini yang menyampaikan bahwa pemerintah tengah bekerja maksimal menangani persoalan kesehatan dan ekonomi akibat Covid-19.

Dia menyebut saat ini kabinet Indonesia Maju bentukan Jokowi solid mengatasi pandemi virus corona.

"Yang jelas, kita semua sekarang bisa lihat tim hari ini bekerja dengan optimal. Soliditas ini akan menjadi modal berharga untuk lewati dan bangkit dari situasi pandemi," ujar Faldo kepada Liputan6.com.

Reporter: Intan Umbari/Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel