Jokowi Disiram Air, Begini Cerita Lengkapnya

TEMPO.CO , Jakarta:Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mungkin harus lebih berhati-hati bila ingin blusukan pada 2014 ini. Gara-garanya adalah insiden yang terjadi di pengujung tahun, di tengah Jakarta Night Festival, pada Selasa malam 31 Desember 2013.

Dia disorot senter laser dan bahkan ada yang menyiramnya dengan air. "Ya, soalnya petugas tiba-tiba menghilang," kata petugas Satpol PP Yohan dalam pengamanan pawai rombongan Pemerintah Provinsi DKI di Jalan M. H. Thamrin, Jakarta Pusat pada Selasa, 31 Desember 2013.

Kisahnya berawal ketika Jokowi dan rombongan, termasuk Wakil Gubernur Basuki T. Purnama, bertolak dari kantor Balai Kota DKI Jakarta di Jalan Medan Merdeka Selatan. Sesampainya di ruas Jalan M. H. Thamrin, tepatnya di depan Pusat Perbelanjaan Sarinah, pengunjung semakin padat sehingga menyebabkan penyempitan di area yang akan dilewati rombongan pawai. Satpol PP semakin kesulitan untuk membuka jalan di tengah kepadatan pengunjung tersebut.

Kericuhan mulai terjadi saat rombongan pawai yang didahului oleh kelompok marching band memasuki kawasan Bundaran HI yang sangat padat. Rombongan hanya mendapat jalan yang cukup untuk satu baris. Saat itulah seorang laki-laki menyoroti wajah Jokowi menggunakan senter laser warna hijau. Sontak ajudan Jokowi menyeret pelaku yang kemudian dibawa keluar dari kerumunan.

Mendekati panggung utama di depan Plaza Indonesia, rombongan benar-benar tercerai. Di depan Hotel Kempinski, Bundaran HI, petugas terlihat bentrok dengan pengunjung meski keributan tidak berlangsung lama.

Dengan pengamanan yang tidak terlalu ketat, Jokowi diarahkan untuk masuk menuju lobi Hotel Kempinski sisi utara. Saat berjalan menuju lobi, seorang laki-laki kembali berulah dengan menyiram air ke arah Jokowi yang saat itu berdampingan bersama Basuki.

Tidak terlihat ada tindakan dari Satpol PP maupun ajudan dari keduanya yang menindak penyiram tersebut. "Masih akan dicari," ujar seorang sumber dari Pemerintah Provinsi DKI yang menolak disebutkan namanya.

Ditemui usai pertunjukan utama perayaan tahun baru di panggung utama Bundaran HI, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Kukuh Hadi Santoso menolak memberi keterangan mengenai jebolnya pengamanan bagi Jokowi tersebut. "Nanti saja," katanya singkat.

Sebelumnya disebutkan kalau Satpol PP mengerahkan hingga 1.500 personel untuk mengamankan seluruh kawasan festival. "Masing-masing panggung disiapkan hingga 50 personel," kata Kukuh pada Selasa, 24 Desember lalu.

Baca: Meski Sempat Ricuh, Jokowi Menilai JNF Sukses

ISMI DAMAYANTI

Terpopuler

Diungkit soal Aburizal, Idrus Marham Pasang Badan

Diperiksa KPK 10 Jam, Idrus Marham Curhat

Ahok Goyang Jakarta dengan Lagu Terajana

Begini Kronologi Penggerebekan Teroris Ciputat

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.